Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Urus Istri di RS dan Anak yang Masih Kecil-Kecil di Rumah, Selamet Kelabakan dan Hilang Pekerjaan

BWA-ZPP. Selamet (35 tahun) kelabakan mondar-mandir untuk menjaga keempat anaknya yang masih kecil di rumah dan menjaga istri yang melahirkan prematur dengan cara cesar di rumah sakit.

ZPP - Slamet

 “Saat kami temui, Pak Selamet sedang menunggu istrinya di ruang perawatan Teratai setelah sebelumnya dirawat di ruang ICU selama 6 hari yaitu dari tanggal 31 Juli-5 Agustus 2015. Dia juga harus sesekali mengecek anaknya yang masih dirawat diruang inkubator setelah lahir cesar,” ujar penanggungjawab program Zakat Peer to Peer (ZPP) Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) Alimuddin Baharsyah saat menjenguk Selamet, Rabu (5/8) di RS Fatmawati, Jaksel.

Padahal dalam waktu yang bersamaan ---karena istrinya dirawat--- ia harus menjaga keempat anaknya yang masih kecil-kecil (umur: 2,5 tahun; 5 tahun, kelas 3 SD dan 1 SMP) dan ibunda tercinta yang sudah sepuh (59 tahun) di rumah Jalan Pejaten Barat 2 RT 15 RW 8 No 77 Jaksel.

Saat ditemui, wajahnya memang terlihat bingung, seperti banyak pikiran. Walau sebagian besar biaya rumah sakit anak dan istrinya ditanggung pemerintah, namun ia juga harus mencari uang untuk  ongkos dan makan sehari-hari.

Per 6 Agustus, istri tercinta Diah Renata (30 tahun) sudah pulang ke rumah namun anak kelima yang beratnya 1,5 kilogram tersebut masih diinkubator. Jadi Selamet tetap harus bolak-balik ke RS.

Sampai saat ini, Selamet terpaksa meninggalkan pekerjaan jualan koran dan tukang bangunan karena harus mengurus semua keluarganya. Saat ditanya darimana makan selama tidak bekerja, ia menjawab, “Saya makan seada-adanya saja Mas.”

Kedepannya juga, Selamet mengaku masih bingung bagaimana harus membeli kebutuhan pokok dan membeli popok anak, istri yang dirawat dan orangtua yang sudah sepuh, sedangkan dia tidak bisa bekerja. Saat ini, Selamet sangat membutuhkan sejumlah uang untuk bisa tetap bertahan hidup, ongkos bolak-bolak ke RS dan biaya kebutuhan lainnya.

Untuk mengurangi beban keluarga Selamet, melalui program ZPP, BWA mengajak kaum Muslimin menunaikan zakat harta (dan donasi). Sehingga pahala dari Allah SWT berlimpah kepada kita semua karena beban sesama teringankan sekaligus kewajiban zakat harta tertunaikan (serta ibadah sunah donasi tersalurkan). Aamiin.[]

Nilai Zakat Harta (dan Donasi) yang Diperlukan:

Rp 10.000.000,- (biaya hidup selama dua bulan Rp 2 juta; persiapan biaya jika ada obat yang tidak dijamin kartu jaminan Rp 2 juta dan biaya motor second untuk usaha Rp 6 juta).

Mitra Lapang:

Andriani

Urus Istri di RS dan Anak yang Masih Kecil-Kecil di Rumah, Selamet Kelabakan dan Hilang Pekerjaan

Inilah Doa dari Selamet, Penerima Zakat Harta dan Donasi dari Kaum Muslimin

BWA-ZPP. Begitu uang zakat harta (dan donasi) dari kaum Muslimin terkumpul, Badan Wakaf Al-Qur’an langsung mengundang pasangan suami istri Selamet dan Diah Renata. “Terima kasih banyak Pak Ali atas bantuannya kepada kami, kami tidak bisa membalas kebaikan Bapak,” tutur Diah Renata sambil meneteskan air mata haru, Kamis (27/8) di Kantor BWA, Jaksel.

zpp-slamet

BWA pun menjelaskan bahwa dana tersebut merupakan zakat harta (dan donasi) dari kaum Muslimin. Mendengar penjelasan tersebut, sontak Selamet menimpali. “Semoga mereka yang telah membantu agar diberi kesehatan, panjang umur dan ditambahkan lagi rezekinya,” ujar lelaki hilang pekerjaan lantaran urus istri di Rumah Sakit dan anak yang masih kecil-kecil di rumah.

Sedangkan perkembangan anak pasangan muda yang dirawat di inkubator itu tak bisa diselamatkan, pada 12 Agustus 2015 bayi tersebut menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.[] 

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.