Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Usaha Terpuruk karena Pandemi, Rudi Polim Butuh Bantuan Modal untuk Bangkit Kembali

Usaha Terpuruk karena Pandemi, Rudi Polim Butuh Bantuan Modal untuk Bangkit Kembali

Pandemi COVID-19 menyebabkan banyak orang kehilangan mata pencaharian. Seperti yang dialami Rudi Polim. Lelaki berusia 52 tahun yang tinggal di wilayah Serdang Kemayoran Jakarta ini tadinya berprofesi sebagai pedagang ikan. Semula usahanya berjalan lancar. Rudi menjalin kerja sama dengan beberapa restoran sebagai pemasok bahan baku masakan. Selama pandemi ini omset restoran berkurang drastis. Mitra usaha Rudi ini bahkan tidak lagi mendapatkan order dari perusahaan-perusahaan langganannya karena usaha mereka ditutup. Imbasnya, restoran menghentikan pembelian ikan dari Rudi dan Rudi pun kehilangan pemasukan yang selama ini diandalkan untuk menopang perekonomian keluarga.

(Rudi Polim, 52 tahun)

(Rudi Polim, 52 tahun)

Sebelum pandemi ini, kehidupan Rudi sudah sulit. Ia pernah meminjam uang di bank dalam jumlah cukup besar untuk memperkuat modal usaha. Namun terjadi sesuatu hal yang membuat usahanya tidak berjalan lancar. Penghasilan minim, Rudi tak mampu lagi membayar cicilan pinjaman bank. Dari hari ke hari hutang bank semakin menumpuk. Jangankan melunasi pokok pinjaman, membayar cicilan bunga bank saja Rudi tak mampu. Akhirnya rumah Rudi pun disita oleh bank.

Untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari, istri Rudi yang bernama Nurjanah Fatahilah mencoba membuka usaha jahitan dan berdagang makanan ringan. Hasilnya hanya cukup untuk menutupi biaya makan dan kebutuhan pokok lainnya, sementara untuk keperluan membayar listrik dan biaya sekolah anak Rudi seringkali terpaksa meminta bantuan karib kerabatnya.

Pandemi membuat usaha Nurjanah ikut terpuruk. Dagangannya tidak selaris biasanya. Usaha jahitnya juga tersendat. Selain pelanggan jahit berkurang, kesehatan Nurjanah sudah menurun. Ia tak sanggup lagi begadang sampai larut malam untuk menyelesaikan jahitan dalam waktu cepat. Nurjanah kini mengalihkan kesibukannya menjadi guru ngaji dan tahfidz untuk masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Dengan kondisi ekonomi keluarga yang sangat minim, Rudi dan Nurjanah tidak mampu menyekolahkan anaknya ke pesantren. Ini sangat menyedihkan, karena memasukan anak ke pesantren merupakan hal yang Rudi sekeluarga cita-cita sejak lama. Kini mereka pun sulit meneruskan usaha dagang karena ketiadaan uang untuk keperluan modal dagang. 

Melihat kondisi yang memperihatinkan ini, Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) membantu mewujudkan keinginan rudi Polim, BWA mengajak kaum Muslimin menyalurkan zakat harta melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP) sehingga bisa membantu modal usaha dan untuk mencukupi kebutuhan Sehari-hari. Selain itu, tentu saja kewajiban zakat para muzaki (penunai zakat) tertunaikan.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan para muzaki dengan balasan kebaikan yang berlipat ganda. Aamiin.[ 

 

Nilai Zakat Harta yang Diperlukan:

Rp.11.040.000

Mitra Lapangan:

Ridzky Maulana

 

#BWA #ZakatPeertoPeer #ZPP

 

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Para Donatur

Project Sejenis