Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Kado Buat Ibu Project

WAFP Lereng Gunung Slamet

Ribuan Jamaah Pesantren At-Tholibiyah Sulit Mendapatkan Air Bersih

Pesantren “At-Tholibiyah” yang berada di Jl. Mobok Karsih RT. 02 RW 04 Bumijawa, Tegal, Jawa Tengah. Pimpinan Habib Muhammad Bin Tholib Al-Athos yang akrab dipanggil Habib Muh.

Memiliki santri tidak kurang dari 700 santri putra dan putri. Pesantren yang letaknya di dataran tinggi kaki gunung Slamet tepatnya 800 mdpl,untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya mengandalkan sumber air yang diambil dari kawasan hutan di gunung Selamet sejauh 11 KM, bila musim hujan seperti saat ini debit air sangat cukup besar hingga 1 liter per detik, namun masih belum mampu mencukupi kebutuhan air bersih di pesantren at tholibiyah.

(Para Santri di At-Tholibiyah)

Akhir pekan dan masa liburan banyak kaum muslimin yang datang dari berbagai daerah Jawa Barat, Jogja, semarang, Jakarta ada pula yang datang dari Jawa Timur dan Bima. Pengunjung yang ziarah dan ikut pengajian mingguan bisa mencapai 1000 orang sekali datang. Bahkan dalam kajian bulanan (rutin) yang hadir dapat mencapai 5000 orang dari berbagai daerah. Banyaknya santri dan kaum muslimin yang hadir dalam kegiatan-kegiatan di pondok menyebabkan kebutuhan air di pondok sangat tinggi dan sering kekurangan air.

Pengunjung yang banyak ini terkadang menginap di rumah rumah warga jika tempat tidur dan air di pondok pesantren tidak mencukupi.

Bila musim kemarau tiba air menjadi barang yang sangat berharga, karena langka dan sulitnya mendapatkan air bersih tersebut. Hal ini menjadi kegelisahan tersendiri bagi Habib Muhammad dan pengurus pesantren At-Tholibiyah.

Guna mencukupi keperluan air bersih disamping menggunakan air dari gunung, pengasuh pesantren Attholibiyah Habib Muhammad pernah mencoba mengebor sumur hingga lima kali di kedalaman hingga 50 m, namun semuanya tidak mendapatkan hasil berupa air yang diinginkan.

Tim survei dari BWA (Badan Wakaf Al-Qur’an) kemudian merencanakan pemecahan masalah dengan mencari sumber air bawah tanah yang mungkin ada di sekitar pondok pesantren. Kami kemudian merencanakan Geolistrik di kunjungan kami selanjutnya.

 

Survei Geolistrik

Kamis 27 Maret 2019, Tim BWA melakukan Tes Geolistrik di Sekitar Pesantren Attholibiyah. Dengan dibantu Tim Geolistrik dari Semarang CV Budi, Alhamdulillah setelah hamper seharian melakukan Tes Geolistrik  didapatkan titik yang potensial dilakukan pengeboran. Ada lapisan akuifer di kedalaman 65 m hingga +-120 m yang potensial untuk dilakukan pengeboran.

(Tim Teknis BWA Melakukan Tes Geolistrik di Wilayah Pesantren)

 

Rencana Proyek

Dari hasil analisis kondisi lapangan BWA merencanakan untuk :

  1. Pengeboran sedalam 120 m
  2. Pipanisasi dari titik bor ke bak penampungan milik pondok dan perbaikan instalasi pipa di pondok pesantren

 

Biaya yang Dibutuhkan:

Rp. 899.594.000

 

WAFP Lereng Gunung Slamet

Update #1: Mari Bantu Santri-santri untuk Berwudhu

 

Kemarau panjang tahun ini terjadi di berbagai daerah di indonesia sehingga banyak daerah yang mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih, salah satunya di Pondok Pesantren At Tholibiyah, desa Bojongsari Tegal, Jawa Tengah.

Pondok pesantren pimpinan Habib Muhammad Bin Tholib Al-Athos ini memiliki masalah yang cukup pelik, ketika memasuki musim kemarau seperti sekarang ini air yang di dapat untuk kebutuhan santri santri yang berjumlah kurang lebih 800 anak mengalami kekurangan.

Bahkan untuk mengambil air wudhu serta mandi di pagi hari para santri putra harus mengantri panjang dan tak jarang mesti bangun dini hari, karena kalau tidak seperti itu mereka tidak kedapatan air. Dan tak jarang banyak santri yang tidak mandi hanya berwudhu saja untuk menjalankan kegiatan di pondok pesantren.

Santri putri mesti mengisi ember ketika malam hari dan tak jarang mereka sampai ketiduran ketika menunggu air penuh untuk kebutuhannya, perjuangan yang sangat luar biasa untuk mendapatkan air bersih di pondok pesantren ini.

Kekurangan di desa Bojongsari dan pondok pesantren At-Tholibiyah terjadi karena sumber air yang berada di lereng Gunung Slamet mengalami kekeringan.

Kondisi seperti ini yang membuat kita harus membantu pondok pesantren At-tholibiyah agar santri santri mudah mendapatkan air bersih sehingga tidak perlu mengantri mengambil air sampai tertidur, serta bisa fokus dalam menuntut ilmu agama dan beribadah.

Sahabat wakif mari bantu santri-santri di pondok pesantren At-tholibiyah agar mudah mendapatkan air bersih.

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 899.594.000



8.81%
Butuh Rp 820.354.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.