Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Wahyu Suka Memukul Kepalanya Sendiri dan Menjerit di Keramaian

Wahyu Suka Memukul Kepalanya Sendiri dan Menjerit di Keramaian

Meski usinya sudah 12 tahun, Wahyu Tri Artanto belum bisa berbicara dengan lancar. Bila penyakitnya kambuh, Wahyu suka memukul kepalanya sendiri dan menjerit-jerit bila melihat keramaian. Menurut ayahnya, Oteng Nariyadi (56 tahun), itu semua merupakan salah satu penampakan dari keterbelakangan mental yang terdeteksi sejak Wahyu berusia 40 hari.

Sejak divonis radang otak, Wahyu jadi sering koma, kadang bisa sampai sebulan penuh tidak sadarkan diri dan kejadian itu terus berulang sebelum akhirnya Oteng membawanya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

(Wahyu Tri Aryanto)

(Wahyu Tri Aryanto)

Namun untuk mendapat penanganan serius harus menunggu sampai setahun ke depan. Karena ketiadaan biaya dan hanya memakai kartu Indonesia sehat (KIS), akhirnya orang tua menghentikan terapi anaknya di RSHS dan rencana CT scan pun urung dilakukan.

Sebagai gantinya, Wahyu dibawa berobat secara alternatif/tardisional dan akhirnya kondisi Wahyu sedikit membaik. Namun Wahyu sekarang berbeda dari anak yang lain, bicara pun masih belum lancar,” ungkap Oteng.

Kalau penyakitnya sedang terasa, Wahyu suka memukul kepalanya sendiri serta suka menjerit-jerit bila berada dalam keramaian. 

(Kondisi Wahyu Terkini)

(Kondisi Wahyu Terkini)

Tak tega melihat anaknya memukul kepalanya sendiri setiap penyakitnya terasa, kedua orang tua sangat berharap terapi Wahyu kembali dilanjutkan dan di-CT scan di RSHS. “Karena seharusnya kita itu melakukan CT scan dan terapi rutin, balik lagi karena biaya kami tdak bisa terus menerus terapi,” ujar Oteng sedih.

Maklumlah, Oteng hanyalah seorang penjaga di sekolah SMP dan ibunya Wahyu, Mimin Pudiyanti (52 tahun) membantu mencari nafkah dengan berjualan nasi kuning dan gorengan di pagi hari. “Penghasilannya hanya mencukupi untuk biaya hidup saja,” beber Oteng.

Untuk mengurangi beban warga Blok Rebo, Desa Maja Selatan, Kabupaten Majalengka tersebut, BWA mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK) agar Wahyu dapat di-CT scan dan kembali terapi di RSHS.

Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.26.500.000

Mitra Lapangan:

Dadan

 

#BWA #SedekahKemanusiaan #SK

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Para Donatur