Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Produktif

Wakaf Lahan Produktif Cireunghas untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Peningkatan Kesejahteraan Petani

Wakaf Lahan Produktif Cireunghas untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Peningkatan Kesejahteraan Petani

Desa Cireunghas di Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi terbilang daerah yang subur. Wilayah ini dialiri oleh sungai besar dan anak-anak sungai, sehingga termasuk dalam lingkup daerah aliran sungai (DAS) yang sangat potensial sebagai daerah pertanian. Terdapat tiga DAS yang mengaliri sawah-sawah, ladang, dan kebun di Cireunghas, yaitu DAS Susukan Curugluhur, DAS Cikupa, dan DAS Cimandiri.

Namun dibalik potensi alam yang luar biasa tersebut, masyarakat Cireunghas menghadapi persoalan ekonomi yang cukup pelik, yang terjadi berulang kali dari tahun ke tahun. Kontur tanah di Cireunghas berbukit-bukit. Sebagian lahan pertanian berada perbukitan. Di musim kemarau, biaya penggarapan lahan, terutama di wilayah perbukitan, bisa menjadi lebih mahal dibandingkan hari-hari biasa. Petani kesulitan modal, belum lagi di saat bersamaan mereka harus menanggung biaya-biaya untuk keperluan lain.

(Kawasan Lahan Produktif Cireunghas)

(Kawasan Lahan Produktif Cireunghas)

Ketiadaan modal membuat para petani tidak bisa menggarap sawah dan ladang. Mereka terpaksa mencari pekerjaan lain, apa saja yang bisa menghasilkan uang. Di antaranya ada yang berjualan ke pasar, namun ada pula yang beralih menjadi buruh tani menggarap kebun milik pengusaha dari luar kota. Sungguh ironis, kondisi ekonomi memaksa mereka memutar nasib menjadi buruh tani di lahan orang lain, sementara lahan milik sendiri terbengkalai.

Melihat kondisi ini, BWA berinisiatif untuk mengembangkan Wakaf Lahan Produktif di Desa Cireunghas, Kec. Cireunghas, Kab. Sukabumi, Jawa Barat yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani Cireunghas khususnya, agar ketika menghadapi masa sulit di musim kemarau mereka tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Selain itu juga, hasil dari pengolahan lahan produktif tersebut dipergunakan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui dukungan biaya sekolah bagi masyarakat pada umumnya.

Project wakaf lahan produktif  di Cireunghas ini mulai digarap oleh BWA sejak akhir tahun 2018 dengan membebaskan lahan seluas 13 hektar tanah yang diproyeksikan menjadi lahan wakaf. Di atas tanah ini rencananya akan dikembangkan berbagai kegiatan sebagai berikut:

1. Ekonomi Produktif, meliputi:

a. Kebun atsiri

b. Pengolahan minyak atsiri

c. Kebun buah (durian, pisang, alpukat, dan kurma)

d. Peternakan dan biokompos

e. Tanaman obat

2. Pendidikan

a. Beasiswa Pendidikan

b. Alquran Learning Center

c. Pesantren Agro

d. Inovative Wakaf Learning Center

e. Laboratorium Wakaf Produktif

f. Workshop Petani Inovatif

3. Edutourisme

a. Islamic Farm

b. Islamic Outbond

c. Islamic Family Camp

d. Wisata Tata Kelola Pengairan

Hingga awal 2020 ini tengah dilakukan pengembangan kebun atsiri dimulai dengan penanaman sereh wangi di lahan seluas 3,5 Ha dari total lahan yang direncanakan untuk menjadi lahan kebun atsiri seluas 7 Ha, dan sekaligus juga akan dibangun pabrik pengolahan minyak atsiri sehingga hasil panen bisa segera diolah menjadi minyak atsiri tanpa menunggu waktu berhari-hari.

Selain kebun atsiri, terdapat beberapa tanaman buah dan komoditas pertanian lainnya yang telah mulai ditanam sejak awal 2019 hingga 2020 ini, yaitu:

1. Pisang lampeng, sebanyak 180 tanaman

2. Pisang Cavendish, sebanyak 148 tanaman

3. Durian Bawor, sebanyak 75 tanaman

4. Durian Musang King, sebanyak 100 tanaman

5. Kurma, KL1 sebanyak 12 tanaman, Barhee sebanyak 13 tanaman, Medjol sebanyak 28 tanaman

6. Pohon Aren, lebih dari 100 tanaman

7. Bambu, sebanyak 20 rumpun

8. Dan lain-lain yang belum terdata seperti; nangka, mangga, kopi, teh, melinjo, jengkol, pete.

Dalam satu tahun, hasil dari pengelolaan Lahan Produktif Cireunghas diproyeksikan dapat membantu pembiayaan pendidikan minimal 1.000 pelajar dan menjangkau sekurang-kurangnya 25.000 petani Cireunghas khususnya dan warga masyarakat pada umumnya dengan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam jangka waktu 5 tahun. Pengembangan perkebunan inti plasma untuk budidaya tanaman atsiri dimana para petani diberdayakan juga untuk membudidayakan tanaman atsiri di ladang-ladang mereka juga akan memberikan manfaat ekonomi lebih nyata dan berkesinambungan bagi petani Cireunghas dan masyarakat sekitar secara umum.

(Petani sedang Mengambil Nira di Kebun Cireunghas)

(Petani sedang Mengambil Nira di Kebun Cireunghas)

Dengan hanya menyisihkan Rp 100.000,00 anda telah mewakafkan 0,3 meter persegi lahan produktif serta turut membantu para petani Cireunghas dan masyarakat sekitar dalam meningkatkan kualitas hidup mereka dengan peningkatan pendapatan dan kualitas pendidikan. Tidak hanya itu, anda juga telah berkontribusi dalam menghadirkan contoh nyata suatu pengelolaan wakaf inovatif dan produktif yang memberikan manfaat berkesinambungan sebagaimana yang dicontohkan oleh para sahabat Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam, dimana pahalanya akan terus mengalir selama harta wakaf tersebut terus mengalirkan manfaat untuk umat.

 

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp.43.500.000.000 (Rp.100.000 per 0,3 meter persegi)

Partner Lapangan:

Lembaga Nadzir Indonesia (LNI)

 

#BWA #WakafQuran #Wakaf #WakafProduktif #Cireunghas #WakafProduktifCireunghas

Wakaf Lahan Produktif Cireunghas untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Peningkatan Kesejahteraan Petani

Update #1: Budidaya Sereh Wangi Tingkatkan Pendapatan Petani Lokal

Sejak awal Januari hingga pertengahan Juni 2020 telah dilakukan penanaman sereh wangi di Lahan Wakaf Produktif Cireunghas sebanyak 5 plot. 1 (satu) plot penanaman seluas 1 hektar. Jadi saat ini telah berhasil dilakukan penanaman bibit sereh wangi seluas 5 hektar. Diproyeksikan panen perdana bisa dilakukan di bulan Agustus, terhitung 7 bulan sejak penanaman pertama di bulan Januari. Hasil panen sereh wangi akan langsung diproses di instalasi penyulingan untuk diproduksi minyak atsiri sereh wangi, sehingga nilai ekonomis yang didapatkan dari hasil budidaya sereh wangi meningkat dan berdampak pada peningkatan pendapatan dari pemanfaatan lahan produktif.

(Penanaman Sereh Wangi)

(Penanaman Sereh Wangi)

Selama masa penanaman sereh wangi, sebanyak 27 orang petani lokal telah dilibatkan. 17 diantaranya tetap dipekerjakan untuk perawatan hingga masa panen. Itu artinya, selama masa proses penanaman saja, pengembangan lahan wakaf produktif Cireunghas ini telah berhasil memberikan sumber pendapatan baru bagi warga petani lokal setempat, yang biasanya hanya mengandalkan pendapatan dari bekerja sebagai buruh tani atau berjualan di pasar-pasar terdekat bahkan diantaranya terpaksa harus bekerja sebagai TKI ke luar negeri.

(Pemberdayaan Petani Lokal)

(Pemberdayaan Petani Lokal)

Simultan dengan penananman sereh wangi, di lahan wakaf produktif ini juga akan segera dibangun instalasi penyulingan minyak atsiri agar hasil panen sereh wangi nanti bisa langsung diproses menjadi minyak atsiri. Penambahan unit usaha ini juga akan menambah lapangan pekerjaan dan sumber pendapatan baru bagi lebih lagi petani lokal setempat. Dan hasil dari seluruh pemanfaatan lahan wakaf produktif ini juga akan segera bisa disalurkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan umat.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.