Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Khusus Dakwah

Wakaf Motor Trail untuk Dakwah di Kaki Gunung Halimun

BWA-WK. Memang bila dilihat dari KTP-nya warga kaki Gunung Halimun Kampung Cigondok Desa Gunung Batu Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, seratus persen Islam. Namun karena besarnya pengaruh ajaran Sunda Wiwitan dari daerah Kesatuan Adat Banten Kidul, shalat lima waktu jarang sekali mereka lakukan bahkan empat masjid yang ada di sana ---yakni Masjid Al Ikhlas, Masjid Al Arqam, Masjid Al Fallah dan Masjid Muara Tiga--- kerap sepi dari jamaah shalat Jum’at.

Tim BWA mengunjungi ustadz Muksin | WK-Sukambumi-Gunung Halimun

Tim BWA mengunjungi kediaman ustadz Muksin, menjalin silaturahim saling mendukung dalam dakwah (24/12), Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

Namun dalam peringatan hari besar Islam seperti muludan (Maulid Nabi Muhammad SAW) dan rajaban (Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW), boleh dikata hampir seratus persen dari 1200 KK penduduk setempat dengan meriah merayakannya. Sayangnya, masih tercampur dengan upacara pemujaan terhadap arwah karuhun (nenek moyang).

Melihat kenyataan tersebut, aktivis dakwah Sukabumi yang juga ketua MUI di kecamatan Pelabuhanratu, Abdullah Muksin tertantang untuk berdakwah ke sana. Dengan mengendarai satu sepeda motor butut lelaki yang akrab disapa Ustadz Muksin dan kelima rekannya dari Pelabuhanratu berdakwah ke kampung yang rawan akidah tersebut.

Dalam pendekatan dakwahnya, Ustadz Muksin dan tim tidak langsung mencegah amalan amalan adat mereka. “Tetapi kita lihat acaranya seperti apa, apa saja yang bertentangan dengan Islam. Lalu di luar acara adat, kita ngobrol dari hati ke hati agar mereka meninggalkan penyimpangan tersebut, kita undang juga mereka ke acara pengajian. Satu persatu datang. Akhirnya mereka saling berbagi dan sedikit demi sedikit berubah,” ujarnya, Rabu (24/12/2014) di rumahnya di Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat.

Tokoh dan ustadz pengurus masjid setempat pun dirangkul untuk bersinergi dalam dakwah. “Kami tidak meninggalkan mereka justru kami mengandalkan mereka karena mereka yang lebih tahu lapangan. Respon mereka cukup bagus dan mereka senang kedatangan kita ke sana,” ungkap Muksin.

Hasilnya? Seiring dakwah yang rutin dilakukan sejak 2007 hingga sekarang, keyakinan dan amaliah warga yang menyimpang dari Islam perlahan tapi pasti terus terkikis. “Pengaruh adat yang tersisa sekitar 25-30 persen, jadi belum bersih 100 persen lah. Kedepannya, insya Allah akidah mereka bersih dan benar pula amaliahnya,” bebernya.

Warga pun sudah rutin shalat. Bahkan berjamaah di masjid meski baru maghrib, isya dan shubuh. “Siang kan mereka di kebon, tetapi mereka tetap shalat di atas batu pinggir sungai atau dalam saung di sawah. Keempat masjid juga sekarang sudah penuh oleh jamaah shalat Jum’at,” kata Muksin.

Masyarakat Antusias

Secara ikhtiar, keberhasilan dakwah tersebut bukan semata mata karena keuletan Ustadz Muksin dan tim tetapi juga memang masyarakat juga antusias dalam menimba ilmu ilmu keIslaman. Sehingga setiap pekannya di hari yang berbeda, ada minggonan ibu-ibu, minggonan bapak-bapak, dan minggonan tokoh dan ustadz setempat. Kegiatan di gelar di Masjid Al Ikhlas, Masjid Al Arqam, Masjid Al Fallah dan Masjid Muara Tiga. “Itu yang rutin, yang bisa kami tangani, sedangkan, permintaan warga lebih dari itu, tetapi karena keterbatasan kendaraan, kami tidak dapat memenuhinya,” aku Muksin.

Kondisi jalan licin dan becek, membahayakan | WK Gunung Halimun

Kondisi jalan dakwah yang ditempuh ustadz muksin sangat licin dan becek, selain waktu tempuh yang lama kondisi jalan seperti ini juga membahayakan.

Memang jarak dari mereka berdomisili di Pelabuhanratu menuju Cigondok  hanya berjarak 30 Kilometer, namun karena jalannya masih terjal dan licin, perjalanan menjadi lambat. Bisa sampai lokasi dalam 1,5 jam saja sudah bagus.

“Beratnya medan menuju Cigondok sering membuat kami sering terjatuh dari sepeda motor, karena licin nyebur ke solokan (sungai kecil), kadang kadang di tengah jalan, motor yang sudah butut ini mogok,” ungkap Ustadz Muksin. Sehingga perjalanan pun molor menjadi 2-3 jam.

Maka bila keempat masjid itu memiliki agenda di waktu yang sama Muksin dan tim hanya bisa melayani dua saja. Karena dengan medan seperti itu dan kondisi motor yang kurang baik, dalam waktu yang bersamaan hanya dua orang saja yang dapat berangkat ke Cigondok.

Untuk mendukung aktivitas dakwah dan pembinaan Ustadz Muksin dan timnya di Cigondok, melalui project Wakaf Motor Dakwah, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) menggalang dana dari kaum Muslimin untuk mewakafkan dua unit motor trail merk Kawasaki type KLX-150. “Motor ini dipilih karena ketangguhan di medan berat seperti daerah pegunungan Halimun tersebut,” ujar Darminto, penanggung jawab project dari BWA.

Sehingga warga setempat dapat lebih terbina akidah dan amaliahnya dan kita semua mendapatkan pahala yang terus mengalir seiring terus berputarnya roda motor trail wakaf tersebut. Aamiin.[]

Nilai dana wakaf yang diperlukan:

2 Unit Motor Dakwah jenis Trail = Rp 57.000.000,- (lima puluh tujuh juta rupiah).

Partner lapang:

Ustadz Asep Saifuddin

Wakaf Motor Trail untuk Dakwah di Kaki Gunung Halimun

Update #3 Motor dakwah ke-2 untuk tim da?i Gunung Halimun Sukabumi sudah terealisasi

Alhamdulillah, Tim BWA pada 17 Desember 2017 telah merealisasikan motor dakwah yang kedua untuk tim da’i Gunung Halimun sukabumi. Motor kedua ini diharapkan semakin memperluas jangkauan dakwah tim dakwah yang dipimpin oleh Ustadz Asep ini. Mengingat banyak daerah-daerah pelosok gunung Halimun dan wilayah pelabuhan ratu yang membutuhkan sentuan dakwah dan pembinaan Islam secara Intensif.

Motor yang dibeli adalah Merk Kawasaki type KLX D-trecker150, yang sangat cocok untuk wilayah pegunungan dan juga jalan kabupaten wilayah pelabuhan ratu. Motor pertama dengan type yang sama, yang dibeli pada bulan November 2015 masih dipakai tanpa kendala.

“Alhamdulillah, motor dakwah ini sangat membantu tim saya dalam membina warga di wilah kaki gunung halimun dan bahkan saat ini sudah meluas sampai ke wilayah ciemas,” ujar ustadz Asep saat penyerahan motor dakwah yang Kedua, 17/12/2016.

Donasi wakaf motor ini merupakan hasil pengumpulan secara online dan juga offline yang digalang oleh BWA sejak tahun 2015. Semoga mengalirkan pahala kepada para wakif yang berpartisipasi dalam mensukseskan project wakaf motor dakwah untuk da’i kaki gunung Halimun Sukabumi. Aamiin yaa robbal ‘Alamiin..[]

Update #2 Dengan Motor Dakwah, Isi Kajian Tak Lagi Bolong-Bolong

Adanya motor trail Kawasaki type KLX-150 D Tracker diakui tim da’i kaki Gunung Halimun sangat membantu mobilisasi dakwah.

ustadz Asep melintasi sungai

Ustadz Asep melintasi sungai dalam kegiatan dakwahnya

“Sangat membantu mobilitas gerak untuk dakwah, lebih mudah menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan pembinaan,” ujar Ustadz Asep Saifuddin, nazir wakaf motor dakwah, Sabtu (22/08/2016) di rumahnya, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.

Sejak adanya motor tersebut, tanpa bolong-bolong lagi setiap pekan Asep mengisi kajian di tengah masyarakat. Bahkan setiap Sabtu juga melakukan pembinaan kepada tokoh-tokoh masyarakat di Kampung  Cigondok dan Gunung Batu.

Pengembangan dakwah tidak hanya di kaki Gunung Halimun tapi merambah ke daerah pedalaman perbatasan Banten dengan Jampang, tepatnya di daerah Ciemas. Jaraknya sekitar 30 Kilometer dari Pelabuhan Ratu.

“Respon dari Ustadz Nanang Sobandi, selaku Ketua DKM masjid An Nur Ciemas sangat positif,” ungkapnya.

aktivitas pembinaan para tokoh

Aktivitas pembinaan intensif para tokoh oleh Ustadz Asep

Kegiatan rutin yang dijadwalkan di An Nur adalah setiap Kamis malam Jumat, berupa pembinaan fikih untuk masyarakat.

Pada Desember 2014, tim da’i kaki Gunung Halimun mengajukan proposal dua motor trail untuk mobilitas dakwah mereka di kaki Gunung Halimun dan sekitarnya. Melalui program Wakaf Khusus (WK), BWA menggalang wakaf dari kaum Muslimin.

Pada 5 Nopember 2015, satu unit motor trail terealisasi dan digunakan sebagai alat transportasi para da’i yang melakukan dakwah di wilayah kaki gunung halimun.

motor dakwah gunung halimun

Motor dakwah da'i Gunung Halimun

Mengingat medan dakwah yang cukup luas dan kantong massa yang berjauhan, tim da’i lainnya seperti Ustadz Hendi dan Ustadz H. Basri masih kesulitan untuk bergerak membuka daerah dakwah baru lantaran ketiadaan kendaraan.

Untuk memudahkan gerak dakwah mereka, BWA mengajak kaum Muslimin berwakaf untuk pengadaan motor dakwah yang kedua.

Motor dakwah yang kedua ini type motor trail KLX-150 merk Kawasaki, yang dikenal cukup handal dalam medan berat seperti daerah pedalaman yang jalanannya rusak atau belum diaspal.

Rencananya pembelian motor dakwah ini di November 2016. Pastikan Anda mendapatkan pahala dari setiap deru mesin dan putaran roda motor dakwah tersebut dengan turut berwakaf.[]

Update #1 : Dengan Motor Wakaf, Dakwah Di Kaki Gunung HalimunTak Terhambat Lagi

WK. Suasana gembira menyelimuti hati para dai yang tengah berkumpul di rumah Ustadz Asep Saifuddin di Kecamatan Pelabuhan ratu, Sukabumi. Pasalnya, motor wakaf yang selama ini dinanti kini sudah hadir menemani.

Wakaf Khusus

Wakaf Khusus 2

Wakaf Motor Trail untuk Dakwah ke Kaki Gunung Halimun.

“Motor ini sangat penting untuk dakwah di daerah-daerah pelosok kaki Gunung Halimun,” Ujar Ustadz Asep Saifuddin yang di-iya-kan dengan anggukan kepala Ustadz Abdullah Muksin dan Ustadz Andi saat menerima motor wakaf, Kamis (5/11).

Salah satu pelosok kaki Gunung Halimun yang menjadi target dakwah mereka adalah Kampung Cigondok Desa Gunung Batu. Memang jarak dari mereka berdomisili di Pelabuhan ratu menuju Cigondok hanya berjarak 30 Kilometer, namun karena jalannya masih terjal dan licin, perjalanan menjadi lambat dan tak jarak terjatuh dari motor butut yang selama ini dipakai. Sehingga perjalanan yang di musim kemarau hanya 1-1, 5 jam di musim hujan bisa 2-3 jam.

“Semoga dengan adanya motor dakwah ini, meskipun di musim hujan perjalanan ke Cigondok tidak terhambat lagi,” harap Ustadz Abdullah Muksin.

Secara pengelolaan dan pengaturan penggunaan motor dakwah ini akan dipimpin oleh Ustadz Asep. “Mengingat banyaknya kampung-kampung yang menjadi target dakwah juga tim yang akan melakukan dakwah sehingga perlu pengaturan penggunaan motor dakwah ini,” ujar Ustadz Asep.

Motor wakaf dari kaum Muslimin yang digalang Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) melalui program Wakaf Khusus (WK) tersebut bermerk Kawasaki type KLX-150 D Tracker. Motor ini dipilih karena ketangguhannya di medan berat dan juga kenyamanan saat dikendarai di daerah perkotaan. Karena mobilitas motor dakwah ini selain kedaerah-daerah pelosok kaki Gunung Halimun juga dipakai untuk aktivitas dakwah di Pelabuhan ratu.

“Terima kasih kepada BWA yang telah menghimpun dana wakaf sehingga terwujud motor dakwah ini. Semoga motor dakwah ini juga menjadi amal jariyah yang memberi manfaat (pahala) kepada para wakif dan menjadikan para wakif khusnul khatimah, ”doa Ustadz Asep dengan tulus di akhir serah terima yang langsung diamini seluruh hadirin.[]

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.