Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

Walau Hidup Serba Sulit, Abdul Muhyi Tetap Semangat Menghafal Qur’an

Hidup Serba Sulit, Abdul Muhyi Tetap Semangat Menghafal Qur’an

Walau Berasal dari keluarga berekonomi rendah dan hidup serba sulit, Abdul Muhyi (16 Tahun) tetap semangat menghafal Al-Qur’an. Keinginannya menjadi seorang Penghafal Al-Qur’an sudah ada sejak duduk dibangku sekolah dasar.

(Abdul Muhyi)

(Abdul Muhyi, 16 Tahun)

Setelah lulus sekolah dasar, Abdul Muhyi bersikeras ingin masuk pesantren tahfidz. Ahmad Fauzi (50 tahun), Ayah Abdul Muhyi tak memberi izin karena alasan biaya. Maklum saja, Pak Abdul Azis hanya seorang pemulung barang bekas.

Terus merengek ingin ke pesantren, akhirnyadengan berat hati Pak Ahmad Fauzi memasukkannya ke pesantren Daarul Qudwah, Tegal, Jateng. Kesungguhan Abdul Muhyi lah yang Akhirnya membuat Pak Ahmad Fauzi luluh. “Sebenarnya saya juga bingung biaya dari mana“, Ujar Pak Ahmad Fauzi.

Berkat bantuan para donatur melalui program Indonesia Belajar BWA, Abdul Muhyi berhasil menamatkan pendidikannya ke Daarul Qudwah.

Setelah lulus dari Daarul Qudwah, Abdul Muhyi melanjutkan ke pesantren Al-Fataah di Bogor, sekarang Abdul Muhyi duduk dikelas 2 SMK jurusan multimedia. Hafalannyapun sekarang sudah 10 Juz.

Kesungguhannya ingin menjadi penghafal Al-Qur’an ia buktikan dengan baik. Dipesantren, Jatinegara, Jakarta Timur, adalah salah satu aset umat islam yang harus dijaga. Kelak, dia akan menjadi salah satu penjaga Al-Qur’an.

Untuk itu, Abdul Muhyi perlu dukungan dari kaum muslimin agar dia bisa menamatkan pendidikannya di pesantren. Setiap ilmu yang diperoleh dan dimanfaatkan Abdul Muhyi akan mengalir kepada para donatur.

Bantuan anda bisa disalurkan melalui Program Indonesia Belajar BWA.

 

Donasi yang dibutuhkan:

Rp.21.600.000

Patner lapangan:

Edi Humaedi

 

#WakafQuran #Wakaf #BWA #IB #IndonesiaBelajar

Walau Hidup Serba Sulit, Abdul Muhyi Tetap Semangat Menghafal Qur’an

Update #1: Berkhidmat di Pondok dan Membantu yang Lain Menjadi Cita-cita Abdul Muhyi

Kamis 3 September 2020, tim Indonesia Belajar (IB) mengunjungi ponpes Alfath di Desa Cikahuripan Klapa Nunggal. Tujuan kedatangan tim IB untuk menyerahkan bantuan dana pendidikan kepada salah seorang santri disana yang bernama Abdul Muhyi.

(Penyerahan Dana Bantuan Pendidikan IB)

(Penyerahan Dana Bantuan Pendidikan IB)

Abdul Muhyi kini duduk di kelas XII SMK, dia adalah santri berprestasi namun berasal dari keluarga kurang mampu. Prestasinya antara lain, ia pernah menjadi juara 1 lomba tahfidz se-kabupaten Tegal Jawa Tengah, juara 1 kaligrafi se-Jabodetabek di hari santri nasional, juara 1 lomba ceramah se jabodetabek.

Prestasi lain yang raih oleh Abdul Muhyi adalah dia sudah bisa melughoh kitab klasik seperti safinatunnajah dan kitab-kitab lainnya, bahkan tidak hanya itu, Abdul Muhyi juga sudah bisa mengkaji tafsir Jalalain kitab alquran. Dengan kemampuan yang dimiliki saat ini, Abdul Muhyi dipercaya oleh sang guru atau kyainya untuk mengajar santri yang masih dibawahnya.

Abdul Muhyi memiliki cita-cita setelah keluar pondok nanti ingin berkhidmat mengajar di pondok dimana tempat dia menuntut ilmu, ia juga menyatakan dirinya untuk menjadi ahli sedekah membantu para penuntut ilmu yang kurang mampu.

 

#BWA #Wakaf #IB #IndonesiaBelajar

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis