Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al-Qur'an & Pembinaan

WAP Banten

Ajarkan Al-Qur’an Kepada Saudara Muslim Di Baduy

 

Provinsi Banten yang terletak di ujung barat pulau jawa ini di kenal dengan julukan “daerah religius”. Hal ini menggambarkan bahwa Banten dikenal oleh dunia dengan kerajaan Islamnya yang dipimpin oleh para sultan.

Kehidupan beragama dan bernegara diatur oleh Islam melalui pemimpin mereka Sulthan Hasanudin putra dari Sunan Gunung Jati. Di depan keraton pun juga dibangun masjid besar sebagai pusat peribadatan dan simbol peradaban kerajaan Islam.

Masa keemasan kerajaan Islam Banten mulai memudar seiring datangnya penjajah Belanda ke wilayah ini. Ketika Belanda menghancurkan keraton Surosoan lalu keramik lantainya diambil untuk membangun kantor perwakilan Belanda di Serang pada abad XVI.

Sejak saat itu rakyat Banten dipaksa bekerja untuk membuat pelabuhan besar guna memudahkan kapal-kapal dagang Belanda bersandar di pelabuhan untuk mengangkut hasil kekayaan rakyat seperti lada dan cengkeh. Sejak saat itulah rakyat Banten mulai terpengaruh kehidupan sekuler yang diterapkan oleh Belanda. Akibatnya sedikit demi sedikit rakyat yang sebagian beragama Islam tersebut dipaksa meninggalkan kewajibannya sebagai umat Islam seperti sholat, ngaji dan berdakwah.

Banten yang sudah ditinggalkan sang penjajah Belanda sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945 bukan berarti lepas dari permasalahan tersebut. Kondisi kaum muslimin di sana tidak jauh berbeda, ketika dilakukan survey “Angka Melek Huruf Alquran” ditemukan tingkat kemampuan membaca Al-Qur’an yang dimiliki masih sangat memperihatinkan, yakni pada tingkat sedang dan rendah sebanyak 76,72%, dan masyarakat yang memiliki kemampuan lancar dan sangat lancar hanya sekira 23,28%. Sebanyak 44,5% responden tidak melakukan kewajiban shalat fardhu secara penuh.

(Kyai Hamim Pengasuh Pesantren di sekitaran Baduy Luar)

Survei Angka Melek Huruf Al-Qur’an hanyalah salah satu instrumen yang digunakan untuk mengukur indikator “ahlakul karimah” sebagai mana yang tercantum dalam visi Gubernur Banten yang menjadi program pemerintah provinsi Banten dalam memperkuat akidah.

Al-Qur’an sebagai sebuah dasar berpijak dan bertindak bagi seorang Muslim merupakan hal yang akan mewarnai sistem moral dan ahlak seseorang untuk bersikap dan bertindak dalam kehidupan dan penghidupannya seharai-hari.

Salah satu yang menjadi topik bahasan Tim BWA yakni mengenai penyebaran Al-Qur’an dan Pembinaan di wilayah Banten pada suku Baduy yang erat kaitannya dengan kepercayaan agama Sunda Wiwitan.

Dalam masyarakat Baduy dikenal istilah Baduy Dalam dan Baduy Luar. Baduy Dalam adalah komunitas masyarakat yang menetap di tiga kampung: Kampung  Cibeo, Kampung Cikartawana, dan Kampung Cikeusik. Di tiga kampung itulah, adat itu masih dipegang kuat yang masing-masing di bawah pimpinan kepala adat yang disebut Puun. Sementara Baduy Luar, ialah kampung-kampung lain di kawasan tanah ulayat Baduy yang telah menerima modernisasi, salah satunya mengenai pakaian yang boleh dijahit.

Sayangnya, baik Baduy dalam maupun Baduy luar, masih jauh dari Islam. Mereka mempunyai keyakinan yang disebut Sunda Wiwitan, ajaran kepercayaan yang melakukan pemujaan terhadap kekuatan alam dan arwah leluhur.

Masyarakat Suku Baduy mempercayai bahwa merawat arwah nenek moyang dapat memberikan kekuatan lahir dan batin kepada keturunannya. Pemujaan terhadap arwah nenek moyang -yang mereka sebut Karuhun adalah hal yang sakral.

Namun pada perkembangannya banyak masyarakat suku Baduy yang sudah mulai belajar Islam dan mengaji Al-Qur’an. Selain itu juga banyak di antara masyarakat yang belum memiliki Al-Quran dan Iqra sekalipun ada itu juga sudah kurang layak pakai sehingga kebutuhan Al-Quran dan Iqra sangatlah di butuhkan sebagai bahan untuk belajar dan memperkuat aqidah.

Dari sini bisa kita simpulkan bahwa kebutuhan Al-Qur’an dan pembinaan di wilayah Banten ini sangat mendesak. Badan Wakaf Al-Qur’an melalui proyek WAP. Banten mengajak kaum Muslimin untuk mewakafkan dan mendonasikan harta terbaiknya. Semoga dari tiap hurup Al-Quran yang di baca menjadi investasi amal jariyah pahala ila yaumil qiyamaah, aamiin.

 

Dana Wakaf yang dibutuhkan

Rp. 5.000.000.000  (50.000 Al-Qur’an dan 10.000 iqra’)

 

Partner Lapang :

Weli Kurniawan

WAP Banten

Update #1 : Kami Menanti Kedatangan Al-Quran Selanjutnya Ustadz

WAP Baduy-Banten #1 . Pagi itu dinginnya menusuk tulang, rasa kantukpun masih menggelayuti mata ini. Namun amanah guna mendistribusikan Al-Qur'an bagi untuk saudara Muslim kita di  sini telah menanti. Dalam perjalanan mengunjungi beberapa pesantren Sabtu 16 februari 2019, untuk menyerahkan Al-Qur'an Wakaf dari Anda, sambutan warga begitu gembira dan antusias. Hal ini lah yang memicu semangat kami dalam mendistribusikan Al-Quran hingga ke pelosok-pelosok daerah di Banten.

Minggu 17 Febuari 2019 seorang ibu datang menghampiri tim kami saat selesai loading untuk persiapan distribusi Al-Quran, “Ustad boleh minta Al-Quran untuk anak saya mengaji” sahut bi ijah tetangga rumah Partner Lapang Edi humaedi. Alhamdulillah senang rasanya memiliki mushaf Al-Quran semoga anak-anak semakin semangat mengajinya.

Selama perjalanan distribusi Al-Quran ini kami di temani oleh Kyai Ahmad Anwary Albantani beliau merupakan partner lapang kami, yang juga merupakan seorang tokoh pembina pemuda di daerah Maja Kabupaten Lebak, Banten. Bersama kyai Ahmad distribusi menjangkau hingga ke pelosok daerah di wilayah Maja. Salah satu pesantren yang menjadi perhatian kami adalah pesantren Al-Amir yang di pimpin oleh Ustd Ahmad Astaqori Kp Sarongge, Desa Pasir Kembang, Kec Maja. Di tempatnya mengajar kondisi Al-Qurannya itu sudah banyak yang rusak , ternyata setelah kami telusuri Al-Quran tersebut di pakai mengaji bergantian sejak tahun 2006 kondisi fisik Al-Qurannya pun banyak yang tak layak pakai, namun mau bagaimana lagi, Jangankan untuk membeli Mushaf Al-Quran untuk membeli kitab yang harganya sepuluh ribuan aja banyak yang tidak mampu, sehingga akhirnya banyak santri kami yang mengaji sambil mendengarkan, dan selama ini juga belum pernah ada bantuan sama sekali” Ujar Ustd Ahmad Astaqori. "Alhamdulillah kami senang dengan kedatangan tim BWA yang membawakan Al-Qur'an sangat banyak sekali untuk para santri kami semoga menjadi investasi pahala buat para wakif dan semoga yang menyebarkannya di beri pahala setimpal dan di beri keistiqomahan" Aamiin.

Perjalananpun kami lanjutkan dan kami tiba di Pesantren Al-Anshoriyah Al-Hijaz pimpinan KH Ahmad Kholilullah di daerah kampung Panyandungan, desa Binong, Maja. Kekhawatiran beliau atas kedatangn kami adalah relawan dari salah 1 capres, alhamdulillah setelah dijelaskan oleh Kyai Ahmad dengan menggunakan bahasa Sunda bahwa ini bukanlah dari partai barulah mereka menerima kedatangan kami. Beliau akhirnya menceritakan tingginya kebutuhan santri dan masyarat kampung sekitar akan Al-Quran, beliau sering di datangi warga sekitar untuk meminta Al-Quran dan pernah datang seorang anak kecil yang sudah yatim piatu menangis-nangis ditemani neneknya (warga sekitar) untuk menemui KH Ahmad Kholilullah di pondok. Sang nenek menceritakan alasan cucunya menangis dikarenakan ingin mengaji namun tidak memiliki Al-Quran di rumah, maka sang nenek pun mendatangi beliau dengan maksud meminta Al-Quran  untuk cucunya mengaji. Beliau sangat bersyukur atas kedatangan kami dan mendoakan para wakif beserta seluruh komponen yang terlibat dalam pendistribusian Al-Quran yang di wakili BWA.

Salah satu pimpinan pondok pesantren H. Sya'roni atau H. Oni' pimpinan MT. Al-Fadhila DS. Pasir kembang Maha Lebak terharu atas bantuan Al-Qur'an Wakaf yang diserahkan oleh tim BWA sebanyak 60 pcs (3 kardus) :"Saya tidak bisa berkata apa-apa, dan ini amanah yang akan menghantarkan berbagai kebaikan dunia akhirat bagi para Wakif BWA, penerima manfaat dan kami para ustadz juga mendapat keberkahannya... Al-Qur'an yang kami miliki sudah banyak yang rusak bahkan sebagian hancur, sehingga para santri dan jamaah tidak bisa khatam... Alhamdulillah dengan bantuan Al-Qur'an Wakaf ini para santri dan jamaah bisa mengkhatamkan Al-Qur'an setiap saat"

Akhirnya perjalanan distribusi tahap #1 yang dimulai tanggal 16-23 febuari 2019 selesai, terdistribusi sebanyak 10.000 mushaf Al-Quran diantara sebarannya ialah pondok pesantren, masjid, mushollah, majlis taklim dan masyarakat kaum muslimin.

Namun setelah Al-Quran yang kami distribusikan habis, ternyata banyak pesantren-pesantren di desa-desa lain yang belum kebagian berdatangan dan mengontak kami dan mengatakan pesantren sama masyarakat sekitar sangat membutuhkan Al-Quran.

Insyaallah di tahap selanjutnya kami akan datang lagi dengan membawakan Al-Quran yang lebih banyak. Semoga ini menjadi investasi pahala jariyah ila yaumil qiyamah, aamiin.

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 5.000.000.000



21.06%
Butuh Rp 3.947.170.500,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.