Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al-Qur'an & Pembinaan

WAP Sintang

Al-Qur’an Perkuat Aqidah Kaum Muslimin Pedalaman Sintang, Kalimantan Barat

Pada pertengahan bulan Maret 2019 tim BWA melakukan survey ke Kalimantan  Barat tepatnya di Sintang. Secara administratif wilayah Provinsi Kalimantan Barat beribukota di Pontianak yang terdiri dari 14 (empat belas) wilayah kabupaten dan kota kira-kira 1,13 kali luas Pulau Jawa, dengan batas-batas:

  • Sebelah barat berbatasan dengan  Selat Karimata dan Laut Natuna;
  • Sebelah timur berbatasan dengan Serawak dan Provinsi Kalimantan Timur;
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Kalimantan Tengah dan Laut Jawa;
  • Sebelah utara berbatasan dengan Negeri Serawak/Malaysia dan Kalimantan Timur.

Secara wilayah daerah Kalimantan Barat memiliki batas wilayah yang sangat sulit untuk di tempuh terutama Sintang, sehingga untuk menempuh wilayah tersebut diperlukan tenaga yang kuat,waktu yang panjang,dan biaya yang mahal.

(Survei oleh Tim BWA untuk Mengetahui Kebutuhan Al-Qur'an di Sintang)

(Survei oleh Tim BWA untuk Mengetahui Kebutuhan Al-Qur'an di Sintang)

Islam masuk di Kalimantan Barat secara umum melalui dua jalur. Pertama, melalui pesisir Barat dan Selatan. Informasi penyebaran Islam dari kawasan pantai Barat Kalimantan Barat ketika berdiri kerajaan Islam Sambas yang didirikan oleh Raden Sulaiman pada tahun 1009 – 1081.

Proses Islamisasi kerajaan Hindu menjadi kerajaan Islam Sambas dimulai dari kedatangan Raja Tengah ke Sambas, Raja Tengah adalah putra Sultan Abdul Jalil Akbar dari Brunai.

Ketika tim Badan Wakaf Al-Qur’an berkesempatan melakukan survei pada tgl. 19-21 Maret 2019 untuk mendapatkan data keberadaan Al-Qur’an dan pembinaan di kampung-kampung pedalaman di wilayah Kabupaten Sintang ini menurut informasi yang disampaikan oleh beberapa warga, ditemukan data sebagai berikut :

 

No

Dusun / Desa

Jumlah Penduduk

Islam

%

1

Pangkaluang

54

14

25,93%

2

Sai Kura

174

80

45,98%

3

Naga Payak

200

80

40,00%

4

Lape

360

100

27,78%

5

Brancit

500

200

40,00%

6

Sanggau

800

200

25,00%

 

Bahkan secara umum Al-Qur’an sulit ditemukan di kampung-kampung pedalaman Sintang, Kalimantan Barat, padahal secara keseluruhan populasi penduduk Muslim berjumlah 3.238.669 jiwa, 36 % dari mereka berada di perkampungan tepatnya kawasan pinggiran kebun sawit atau pinggiran kebun karet. Ketika kami mencoba menyusuri perjalanan dari perkampungan terdekat dengan kota kecamatan yang ada toko buku yang menyediakan Al-Qur’an berjarak 3-4 jam perjalanan (80 KM) bila tidak hujan namun bila hujan bisa ditempuh 2 hari satu malam dengan bermalam di tengah perjalanan. Harga satu kitab Al-Qur’an pun bervariasi, mulai dari Rp. 40.000 hingga 135.000,- tergantung kualitas dan jenis kertasnya.

Muslim Sintang Membutuhkan Al-Qur'an)

(Muslim Sintang Membutuhkan Al-Qur'an)

Survei di sintang yang dilakukan team BWA menggambaran secara real kondisi kaum Muslim dan populasinya di Kalimantan Barat, apalagi survei dilakukan di beberapa kampung saja, namun survei ini menjadi acuan sekaligus rekomendasi bagi Badan Wakaf Al-Qur’an untuk membuat proyek Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan (WAP) dengan target 50.000 Al-Qur’an.

Melihat sulitnya saudara muslim yang ada di desa pedalaman Sintang, Kalimantan Barat. Badan Wakaf Al-Qur’an mengajak kaum muslimin untuk mewakafkan sebagian dari hartanya guna membantu saudara muslim di Sintang, Kalimantan Barat. Seiring dengan dibacanya Al-Qur’an dari ayat ke ayat yang kita wakafkan, insyaAllah mengalirkan pahala sepanjang masa.

 

Biaya yang Dibutuhkan:

Rp. 5.000.000.000 (50.000 Mushaf Al-Qur’an)

Partner Lapangan:

Ustadz Yamin

 

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.