Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Produktif

WP. Cireunghas Mix Farm

Wakaf Produktif Cireunghas Mix Farm untuk Pendidikan berkualitas

Pendidikan merupakan kebutuhan asasi bagi manusia untuk bisa membangun kehidupan yang lebih baik. Setiap warga bangsa memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. Hanya saja, biaya yang dibutuhkan untuk bisa memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas masih dirasakan sangat berat bagi sebagian besar anak bangsa, tak terkecuali bagi warga masyarakat di wilayah Kecamatan Cireunghas Kabupaten  Sukabumi, Jawa Barat.

(Kawasan Kebun Cireunghas)

Kabupaten Sukabumi sendiri termasuk kabupaten dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah se-provinsi Jawa Barat setelah kabupaten Garut. Secara kasat mata, potret kemiskinan itu juga nampak pada kehidupan masyarakat Cireunghas, yang letaknya hanya berjarak 17 KM dari Kota Sukabumi. Rendahnya penghasilan membuat warga sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. jika untuk sekedar makan, warga masih bisa memetik sayuran dan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di kebun-kebun yang terdapat di wilayah desa tempat tinggal mereka. Tapi, untuk bisa menyekolahkan putra-putri mereka ke jenjang yang lebih baik, mereka membutuhkan lebih dari sekedar hasil kebun.

(Seorang petani sedang mengambil nira di kebun Cireunghas)

Rendahnya penghasilan yang bisa diperoleh di kampung memaksa sebagian warga untuk mengadu nasib ke luar negeri menjadi TKI. Hasil dari bekerja sebagai TKI di luar negeri umumnya digunakan untuk biaya sekolah dan memperbaiki rumah tempat tinggal. Umumnya, masyarakat berprofesi sebagai petani, peternak kambing dan pembuat gula aren. Lahan pertanian mereka berada di wilayah perbukitan yang untuk bisa memanfaatkannya diperlukan modal serta usaha yang lebih besar dibanding lahan pertanian di tanah dataran. Karena ketiadaan modal itulah para petani tidak mampu menggarap lahan pertanian mereka. Akibatnya, puluhan hektar lahan pertanian dan perkebunan terbengkalai dan kurang termanfaatkan. Untuk tetap memperoleh penghasilan, para petani lebih memilih bekerja sebagai buruh tani, bekerja di lahan yang kebanyakan dimiliki orang dari luar daerah (pengusaha dari perkotaan) yang memiliki modal yang lebih besar dan kuat untuk menggarap lahannya.

Tidak hanya biaya pendidikan putra putri mereka yang terhambat karena rendahnya penghasilan, melainkan juga pendapatan desa untuk menunjang pembangunan desa juga rendah. Para petani pemilik lahan yang berada di perbukitan tidak mampu lagi membayar pajak lahan mereka, karena ketidakmampuan mereka memproduktifkan lahan-lahan mereka. Rendahnya pendapatan desa menyebabkan pelayanan-pelayanan masyarakat juga terganggu. Ruas jalan desa yang bisa memudahkan akses jalan warga menuju lahan pertanian dan perkebunan mereka juga tak kunjung mengalami perbaikan.  Sarana layanan kesehatan masyarakat berupa ambulance desa, kondisi juga sudah kurang layak. Distribusi air dari sumber mata air di gunung menuju pemukiman warga juga diselenggarakan dengan sarana yang sangat terbatas dan sederhana seperti pipanisasi menggunakan bambu dan plastik yang mudah rusak serta tidak bisa mengairi secara merata ke seluruh lahan pertanian.

Cireunghas Mix Farm

Akhir tahun 2018, BWA sebagai lembaga socialpreneur dalam bidang wakaf berencana membebaskan lahan seluas 12 Ha lebih di wilayah Kecamatan Cireunghas, Kab. Sukabumi untuk dikonversi menjadi lahab wakaf yang akan diproduktifkan sebagai sumber pendapatan yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Pengembangan lahan produktif ini dinamai Cireunghas Mix Farm, sebuah pengembangan lahan wakaf yang diproduktifkan dengan konsep integrated mix farming edu-tourism, dan dapat dikatakan sebagai pengembangan wakaf produktif pertama di Indonesia.

Di tahun pertama pengelolaanya, yakni Januari – September 2019, Cireunghas Farm telah mempekerjakan sembilan (9) orang petani setempat dan memberikan kesempatan peluang usaha kepada puluhan warga lainnya yang ikut memanfaatkan hasil bumi di area pertanian Cireunghas Farm, diantaranya ; memanen air nira (kawung) untuk dibuat jadi gula aren yang sudah dipasarkan dan menambah pendapatan bagi warga pembuat gula aren.

Pengembangan wakaf produktif di bidang pertanian dan peternakan ini disesuaikan dengan latar belakang warga sebagai petani dan peternak. Warga yang sebagian besarnya merupakan petani dan peternak akan sangat senang dan terbantu dengan adanya pengembangan Cireunghas Mix Farm ini. Selain pertanian dan peternakan, di  Cireunghas Mix Farm ini juga akan dikembangkan arena edu – tourisme, seperti Al Quran Learning Center sebagai pusat pembelajaran Al Quran, Museum Sejaran Islam, Laboratorium tanaman Obat, Islamic Outbond Area, dan Islamic Sport Area. Semua aktifitas tersebut akan dikelola dan dikemas secara islami.

Selanjutnya, dengan adanya pusat kegiatan produktif, edukasi dan tourisme (rihlah) maka akan ada pusat kegiataan ekonomi yang diharapkan dapat memberdayakan mereka pada setiap kegiatan usaha di Cireunghas Mix Farm. Dengan demikian, maka dampak dan manfaat dari hasilnya tentu dapat meningkatkan kesejahteraan umat secara umum melalui dukungan terhadap pembiayaan pendidikan putra-putri mereka yang kurang mampu.

Untuk tahap pertama proyek yang akan dikembangkan pada Cireunghas Mix Farm ini adalah sebagai berikut :

  1. Wakaf Lahan Produktif seluas 12,3 Ha
  2. Wakaf Kebun Asiri Sereh Wangi Sebanyak 100.000 Rumpun (300.000 bibit) – 3,5 Ha

            Dari semua sarana dan aktifitas tersebut akan  menghasilkan pendapatan dimana setiap tahun diharapkan terus meningkat. Sehingga dengan demikian sekurang-kurangnya- setiap tahun dapat menopang 26 (dua puluh enam) lembaga pendidikan serta puluhan pelajar dhuafa di seluruh Indonesia.

Untuk itu, Mari kita dukung “Wakaf Produktif Cireunghas Mix Farm Untuk Pendidikan Berkualitas”.

 

Donasi Wakaf Yang Dibutuhkan :

Rp 61.529.160.000

Partner Lapang :

Rudi

 

Belum ada Update

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 61.529.160.000



0.01%
Butuh Rp 61.523.984.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.