Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Produktif

WP Jukung Banten

Mari Bantu Nelayan Banten Agar Bisa Melaut Kembali

BWA mengajak wakif untuk ikut Program Wakaf Produktif Jukung untuk para nelayan di Desa Tanjungjaya, Panimbang, Banten. Kondisi sudah sangat mendesak. Jangan sampai kalah cepat dengan rentenir.

(Jukung Banten BWA)

(Jukung Banten BWA)

Sudah lebih 8 bulan peristiwa tsunami Selat Sunda berlalu, namun dampaknya hingga sekarang masih dirasakan masyakarat di kawasan Tanjung Lesung, pesisir pantai barat Provinsi Banten, khususnya di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Peristiwa nahas yang terjadi tanggal 22 Desember 2018 itu meluluhlantakkan kehidupan masyarakat desa. Korban jiwa berjatuhan Rumah-rumah dan bangunan  serta harta benda lain hancur dihantam gelombang. Warga terpaksa mengungsi ke dataran yang lebih tinggi dengan tidak membawa apa-apa.

Musibah tsunami membuat banyak warga Desa Tanjung Jaya kehilangan mata pencaharian. Warga setempat umumnya berprofesi sebagai nelayan. Namun sudah berbulan-bulan mereka tidak pergi melaut lantaran perahu milik mereka rusak bahkan hancur dihantam tsunami, sama sekali tidak bisa dipakai lagi untuk menangkap ikan. Padahal menangkap ikan merupakan sumber utama penghasilan keluarga.

Kondisi masyarakat setempat memprihatinkan. Hingga sekarang masih banyak warga yang untuk kebutuhan sehari-hari mengandalkan bantuan dari relawan dan donator, termasuk untuk memenuhi kebutuhan makanan. Kondisi ini lama kelamaan menjadi tidak “sehat” lagi. Ketika bantuan tiba, warga saling berebut untuk mendapatkannya. Sangat rawan terpecik konflik antarsesama warga.

Salah satu jalan untuk memulihkan kehidupan masyarakat Tanjungjaya seperti sedia kala adalah membantu para nelayan untuk memiliki kembali perahu atau jukung serta peralatan yang biasa mereka gunakan untuk menangkap ikan. Dengan begitu, para nelayan berpeluang menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga, minimal bisa mencukupi keperluan makan, pakaian, dan tempat tinggal sehari-hari.

Kondisi Sudah Mendesak

Badan Wakaf Al Quran (BWA) melihat kebutuhan pengadaan perahu dan alat tangkap ini dalam kategori sangat mendesak. Selain adanya potensi konflik di antara sesama warga desa, sebagian nelayan melakukan jalan pintas. Mereka ingin selekasnya keluar dari kesulitan ini, lalu berusaha memiliki perahu baru dengan cara meminjam uang kepada bank atau rentenir. Cara yang mereka tempuh bukan solusi yang aman. Dibalik pinjaman itu ada bayang-bayang bunga yang mencekik dan bisa membawa malapetaka baru bagi yang melakoninya. Apalagi bila ternyata uang pinjaman tidak sepenuhnya digunakan untuk membuat perahu, tapi tergerus pula untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Akibatnya bisa berentet panjang. Hutang dan bunga pinjaman dari ke hari semakin menggunung, sementara pemasukan tidak kunjung ada karena perahu tidak bisa ditebus lantaran uangnya sudah habis terpakai untuk keperluan lain.

(Proses Pembuatan Kapal Jukung)

(Proses Pembuatan Kapal Jukung)

Karena itulah, BWA mengadakan Program Donasi Jukung dan Pemberdayaan Terpadu Bagi Nelayan Tanjung Lesung Banten. Mitra lapangan BWA, Agus Niamilah, SST memetakan Program Donasi Jukung dan Pemberdayaan Terpadu ini difokuskan untuk para nelayan di Kampung Kalicaah, Karangmeungpeuk, Sumberjaya, Cikujang yang berada di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Terpilih sebanyak 31 nelayan yang akan menjadi sasaran program. Mereka semua adalah nelayan kecil yang betul-betul membutuhkan bantuan pengadaan jukung.

Donasi yang diberikan nanti berupa jukung lengkap dengan peralatan penangkap ikan yang dibutuhkan, jadi bukan dalam bentuk uang. Jukung yang diberikan ada dua jenis, yang disesuaikan dengan kebutuhan nelayan yang menjadi sasaran program. Pertama disebut Jukung Ketingting, yaitu perahu kayu berukuran panjang 5-7 meter yang dilengkapi dengan motor penggerak berkekuatan  8-10 PK. Kedua dinamakan Jukung Dayung, merupakan perahu kayu dengan panjang sekitar 4-5 meter,yang digerakkan dengan peralatan dayung.

Jukung-jukung ini dibuat di sekitar wilayah Pandeglang juga. Di sana terdapat workshop pengrajin perahu. Kayu-kayu untuk bahan pembuatan jukung diperoleh dari hutan sekitar atau membelinya dari pemilik kebun. Untuk membuat satu perahu dibutuhkan waktu sekitar 1 minggu. Diperkirakan pembuatan 31 jukung untuk 31 nelayan memerlukan waktu sekitar 3 bulan. Para nelayan penerima bantuan jugan dilibatkan dalam pembuatan jukung ini.

(Jukung Sudah Digunakan Berlayar Para Nelayan dalam Project BWA Sebelumnya)

(Jukung Sudah Digunakan Berlayar Para Nelayan dalam Project BWA Sebelumnya)

Sebelumnya, pada bulan Februari hingga Mei 2019 BWA sudah pernah mengalokasikan bantuan Jukung Ketinting bagi 15 nelayan di Desa Tanjungjaya. Hasilnya sangat menggembirakan. Para nelayan penerima jukung sudah bisa melaut kembali, dan memiliki penghasilan. Program pengadaan 31 jukung ini diharapkan dapat pula memberikan solusi dan membawa kegembiraan bagi nelayan yang sudah terdata namanya.

Waktu terus berjalan, kebutuhan hadirnya jukung semakin mendesak. Mari bergerak bersama BWA membantu nelayan Tanjungjaya untuk bangkit kembali menghapus trauma tsunami dan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dari kondisi yang sekarang. Jangan sampai para nelayan Tanjungjaya terlalu lama menunggu datangnya donasi jukung, lalu menyerah pada permainan rentenir yang justru membawa diri dan keluarganya pada keadaan yang semakin sulit.

 

Donasi yang DIbutuhkan:

Rp.844.200.0000 (Delapan Ratus Empat Puluh Empat Juta Dua Ratus Ribu Rupiah)

Partner Lapangan:

Agus Niamillah

 

#WakafQuran #2019SejutaQuranBangkitkanIndonesia #WakafProduktif #Wakaf

Belum ada Update

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 844.200.000



1.18%
Butuh Rp 834.217.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.