Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Wujudkan Mimpi Santri Yatim dan Dhuafa dalam Pesantren Penghafal dan Pejuang Al Qur’an

Wujudkan Mimpi Santri Yatim dan Dhuafa dalam Pesantren Penghafal dan Pejuang Al Qur’an

TAHUKAH Anda, berapa penduduku Muslim Indonesia saat ini? Ya, betul. Sekitar 87%, atau setara dengan 209.12 juta jiwa. Itu berdasarkan data tahun 2010 yang dirilis oleh Globalreligiusfuture.com. Pada 2020 ini, penduduk Muslim Indonesia diperkirakan akan mencapai 229,62 juta jiwa (katadata.id, 25/9/2019).

Pertanyaan selanjutnya: Berapa persen umat Islam yang bisa membaca al-Qur’an? Ternyata minoritas! Hanya sekitar 35%. menurut hasil penelitian Kampus Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur’an (PTIQ) Jakarta tahun 2017 lalu, lebih dari 65% belum bisa membaca al Qur’an (Republika.co.id, 17/10/2018).

Itu berarti, dari sekitar 230 juta Muslim, hampir 150 juta Muslim buta aksara Al-Qur’an. Sungguh memprihatinkan. Bagaimana tidak. Al-Qur’an adalah pedoman kehidupan umat Islam. Sumber solusi atas semua persoalan.

Pertanyaan pentingnya: Lalu apa arti dari fenomena menyedihkan ini? Jelas, kita butuh jutaan pejuang al-Qur’an. Butuh jutaan relawan yang mau dan mampu mengajari 150 juta Muslim yang belum bisa baca Al-Qur’an di berbagai penjuru negeri ini.

Alhamdulillah, dalam sepuluh tahun terakhir ini, di negeri ini terus tumbuh secara mengesankan ribuan pesantren yang fokus pada al-Qur’an. Bukan hanya mengkader para santrinya mahir membaca al-Qur’an, tetapi juga menjadi para penghafal al-Qur’an.

Namun demikian, sesungguhnya diperlukan lebih banyak lagi pesantren yang benar-benar fokus mendidik para santrinya untuk tak sekedar mahir membaca dan menghapal al-Qur’an, tetapi juga sekaligus menjadi pejuang al-Qur’an. Mereka inilah yang nantinya diharapkan mampu dan mau terjun di berbagai pelosok negeri untuk membina masyarakat dengan al-Qur’an.

Itulah yang juga menjadi visi dan misi sekaligus program lembaga kami, Ma’had Tahfizh Qur’an Darun Nahdhah al-Islamiyah. Ma’had wakaf ini 100% didedikasikan untuk umat agar melek al-Qur’an. Karena itu Ma’had ini pun 100% gratis (alias tidak dipungut biaya) bagi santri khusus yatim dan dhuafa. Tentu yang benar-benar serius dan sungguh-sungguh bersedia untuk dicetak menjadi kader-kader para penghafal, pengamal dan pejuang al-Qur’an.

(Desain Ma'had Darun Nahdhah al-Islamiyah)

(Desain Ma'had Darun Nahdhah al-Islamiyah)

Karena itulah, dengan rendah hati kami menawarkan kepada kaum Muslim, khususnya para aghniya’, para wakif dan para muhsinin untuk sama-sama terlibat dalam “proyek” besar dan agung ini. Caranya adalah dengan “menginvestasikan” sebagian hartanya, baik dalam bentuk wakaf, infak atau sedekah, untuk mendukung proses pembangunan Ma’had Tahfizh Qur’an ini. Inilah “investasi” yang sebenarnya. Inilah “investasi” yang tak akan pernah merugi.

 

Wakaf “Investasi” Terbaik

Rasul saw. Bersabda, “Jika manusia mati, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak salih yang mendoakan orangtuanya” (HR. Muslim dan Abu Dawud)

Berdasarkan hadits ini, sedekah jariyah identik dengan wakaf (Abu Thayyib, Awn al-Ma’bud, 8/62).

Alhasil, wakaf kita adalah “harta abadi”. yang bakal dibawa mati. Sampai bertemu Allah SWT di Akhirat nanti.

Karena itu seorang Muslim yang cerdas tak mungkin mengabaikan amal shalih berupa wakaf ini. Sebabnya, ia sangat paham, sekedar mengandalkan amal shalihnya seperti shalat, misalnya, baik yang wajib maupun yang sunnah, pahalanya akan berakhir saat ia wafat.

Berbeda dengan wakaf. Pahalanya akan terus mengalir sampai Hari Kiamat meski pelakunya telah wafat ratusan bahkan ribuan tahun sebelumnya.

Para Sahabat Nabi saw. dulu adalah generasi yang sangat banyak berwakaf. Tak seorang pun dari Sahabat Nabi saw. yang memiliki kemampuan kecuali ia mewakafkan hartanya. Menurut Imam Syafii. Wakaf para Sahabat Nabi saw. itu hampir tak terhitung jumlahnya (Al-Baihaqi, Ma’rifah as-Sunan wa al Atsar, 10/23).

 

Rincian Project

(Kegiatan Para Santri)

(Kegiatan Para Santri)

(Pekerjaan Pembangunan Pesantren)

(Pekerjaan Pembangunan Pesantren)

Wakaf yang terkumpul Insya Allah digunakan untuk:

Pembangunan fisik bangunan Ma’had, dua lantai di atas tanah wakaf seluas 240m2 (PONDOK 1) Kp. Babakan Tua Desa Bantarsari Kec. Rancabungur Kab. Bogor.

 

Nilai Project :

Rp 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah)

Partner Lapang :

Ustadz Arief B Iskandar

 

#BWA #Wakaf #WakafKhususDakwah #Pesantren

Wujudkan Mimpi Santri Yatim dan Dhuafa dalam Pesantren Penghafal dan Pejuang Al Qur’an

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Para Donatur