Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Wujudkan Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat di Pulau Tunda dan Panjang

Wujudkan Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat di Pulau Tunda dan Panjang

Seperti yang kita ketahui bahwa indonesia memiliki pulau-pulau kecil yang dihuni oleh masyarakat, yang kehidupan sehari-harinya sangat bergantung dengan hasil laut. Masyarakat pesisir, termasuk nelayan memiliki resiko kesehatan yang tinggi sehingga perlu diberikan perhatian khusus dalam upaya pembangunan kesehatan. 

Tantangan akses pelayanan kesehatan untuk masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil di Indonesia sering terhalang dengan keadaan geografi, keadaan cuaca, jauh dari penyedia dan fasilitas kesehatan.

Masyarakat yang hidup di pulau-pulau kecil, kehidupan sehari-hari mereka rentan terpapar dengan risiko kesehatan, hal ini dikarenakan kurang tersedianya air bersih yang berkualitas untuk dapat diminum, minimnya ketersediaan makanan yang bergizi dan terbatasnya pelayanan kesehatan dari sektor publik. Ditambah dengan prilaku kurangnya hidup bersih dan sehat, seperti kebiasaan buang air besar dan buang sampah sembarangan.

(Pelayanan Kesehatan Gratis)

(Pelayanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat)

Berdasarkan hasil survei tim BWA di Pulau Tunda yang secara administratif masuk kedalam wilayah Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, sangat minim akan adanya fasilitas kesehatan yang memadai. Di Pulau ini tidak ada Puskemas, apalagi dokter. Satu-satunya tenaga kesehatan yang bertugas melayani warga hanyalah seorang bidan desa.

Jika masyarakat di Pulau Tunda membutuhkan pelayanan kesehatan yang memadai mereka harus menyeberangi lautan menuju kota Serang. Tentu biaya yang yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit, Masyarakat yang umumnya hidup dengan keterbatasan, lebih memilih untuk berdiam diri saja di rumah, sambil berharap penyakit sembuh dengan sendirinya.

Senada dengan masalah kesehatan yang dialami masyarakat di Pulau Tunda, tim juga mendapati hasil yang tak jauh berbeda terhadap masyarakat pesisir di Pulau Panjang, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Banten. Hasil analisa tim mendapati angka stanting atau gizi buruk  cukup tinggi terhadap balita di Pulau Panjang, selain itu tingkat penyakit seperti demam, batuk, dan pilek sering dirasa anak-anak disana.

Salah satu faktor penyebab anak-anak di kepulauan menderita gizi buruk adalah makanan yang dikonsumsi tidak sehat, dan cenderung banyak mengandung bahan pengawet. Bagi kalangan orang tua di Pulau Tunda dan Panjang, mayoritas beraktifitas di laut, mereka sering mengeluhkan sakit pada persendian dan tekanan darah tinggi.

(Mari Mudahkan Mereka Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Gratis)

(Mari Mudahkan Mereka Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Gratis)

Cukup rendah penghasilan yang didapat membuat para orang tua menunda untuk membeli obat dan lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga sehari-hari. Hal ini tentu membuat penyakit lama untuk disembuhkan dan para balita kurang tercukupi nutrisinya karena kebutuhan pangan yang dibeli meliputi bahan-bahan pokok saja.

Pelayanan Fasilitas kesehatan yang ada di Pulau Tunda dan Panjang belum terlalu maksimal beroperasi, mirisnya lagi di Pulau Tunda sama sekali tidak kami temui baik Puskesmas maupun Puskesmas pembantu. Satu-satunya pelayanan kesehatan hanya ada di rumah bidan desa yang dimana belum meliliki ketersediaan obat dan alat kesehatan yang kurang memadai.

 

Ketiadaan pusat pelayanan kesehatan membuat pasien yang ingin berobat harus dirujuk ke Puskesmas yang ada di pusat Kecamatan, yang dimana memakan waktu perjalanan dengan jarak yang cukup  jauh. Jika pelayan di Puskesmas belum terpenuhi mau tidak mau pasien harus kembali di rujuk ke Rumah Sakit Daerah yang ada di pusat Kabupaten/RSUD , sudah tentu keluarga pasien harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Upaya kesehatan masyarakat dapat terwujud apabila pemerintah bersama masyarakat bersinergi melakukan upaya pencegahan dengan memperhatikan faktor-faktor yang memiliki kontribusi terhadap munculnya berbagai masalah kesehatan.

Wilayah pesisisir yang merupakan wilayah yang secara administratif jauh dari pusat kota memungkinkan terjadinya masalah kesehatan, disebabkan oleh akses dan sarana prasarana yang tidak memadai terutama daerah pesisir yang dipisahkan dari gugusan pulau-pulau kecil.

(Pelayanan Kesehatan BWA)

(Pelayanan Kesehatan BWA)

Melalui program Sedekah Kemanusiaan BWA mengajak kepada kaum muslimin untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang memadai di Pulau Tunda dan Panjang,  Kami mengajak kepada para donatur untuk turut  membantu mewujudkan niat baik ini melalui program Sedekah Kesehatan Layanan Kesehatan Gratis untuk masyarakat di kepulauan terpencil.

Semoga niat baik dan tindakan kita untuk mewujudkan niat baik ini dihitung sebagai pahala oleh Allah SWT, dan apa yang kita lakukan mendapat kemudahan agar masyarakat di kepualan terpencil mendapa pelayan kesehatan yang baik.

 

Nilai Sedekah yang Dibutuhkan:

Rp.500.000.000

Mitra Lapangan:

Wahyu Kelana

 

#BWA #InovasiWakaf #SK #SedekahKemanusiaan #PelayananKesehatanGratis

 

Wujudkan Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat di Pulau Tunda dan Panjang

Update #1: Masyarakat Pulau Tunda dan Pulau Panjang, Menanti Kegiatan Pelayanan Kesehatan Gratis dari BWA

Akhir Februari 2020, BWA melakukan kegiatan bakti sosial pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat di Pulau Tunda dan Pulau Panjang. Melihat antusias masyarakat yang hadir ketika itu, membuat kami ingin kembali mengulang aktivitas yang pernah dilakukan sebelumnya, yakni kembali melayani kesehatan masyarakat di kedua pulau tersebut melalui kegiatan yang sama.

Pulau Tunda 26 Juli 2022, tim Sedekah Kemanusiaan kembali mengunjungi pulau ini. Tujuan yang ingin kami lakukan adalah melakukan asesmen lanjutan kepada masyarakat di pulau Tunda yang kami khususkan untuk mencari informasi tekait kondisi kesehatan masyarakat dan sarana pendukung kesehatan yang ada di pulau ini.

Berdasarkan pengamatan langsung dari beberapa narasumber yang tim wawancarai, diantaranya kepala desa dan bidan desa kami dapati informasi yang cenderung masih sama dengan sebelumnya, dimana sarana dan prasarana akan kesehatan yang ada di pulau Tunda belum terlalu memadai, terutama keberadaan dokter umum yang menetap disana.

(Pemukiman penduduk di Pulau Tunda)

Pengamatan sementara, penyakit yang sering dialami masyarakat di pulau Tunda seperti, sakit kepala, darah tinggi dan diabetes cukup banyak banyak di derita dan dirasakan para orang tua. Sedangkan untuk anak-anak muda sering dijumpai mereka yang mengeluhkan batuk, pilek, dan bersin-bersin.

Firoh selaku bidan desa di Pulau Tunda menyampaikan jika kebutuhan alat-alat medis masih kurang, seperti ketiadaan regulator tabung oksigen yang hanya ada tabungnya saja, kebutuhan akan obat-obatan dan tenaga medis tambahan. “Tenaga medis disini hanya saya satu-satunya, harapanya jika ada dokter/perawat yang tetap ataupun tidak tetap, yang penting bisa membantu disini,” tutur Firoh.

 (Firoh bidan desa di Pulau Tunda)

Ketika tim BWA menyampaikan rencana untuk mengadakan kegiatan baksos pelayanan kesehatan di pulau Tunda, bidan desa begitu mendukung rencana yang insyaallah akan dilakukan kedepannya nanti. “Jika bisa mengadakan baksos, karena sehabis pandemi jarag ada kegiatan untuk kesehatan di masyarakat, khususnya di Desa Wargasara,” sambungnya.

Senada dengan bidan desa, Pak Hasim selaku kepala Desa Wargasara, Pulau Tunda menjelaskan. “Di Pulau Tunda saat ini hanya ada Puskesmas Pembantu yang diisi oleh bidan desa saja, sebagai kepala desa mengharapkan jika ada ada lembaga/organisasi yang ingin membantu untuk kesehatan, kami sangat mengharapkan sekali,” ujar Pak Hasim.

(Pak Hasim Kepala Desa di Pulau Tunda)

Setelah tim cukup mendapatkan informaasi yang dibutuhkan, hari selanjutnya tim bergeser menuju pulau Panjang untuk mencari informasi yang sama seperti di Pulau Tunda. Tak ubahnya seperti kondisi masyarakat di pulau Tunda, kondisi kesehatan yang ada di pulau ini nyaris sama, di mana kebutuhan akan dokter umum dan sarana kesehatan kurang memamadai. Untuk puskesmas pembantu bangunannya semakin tidak terawat dan tak lagi berpenghuni.

Masyoritas masyarakat di Pulau Panjang yang menggantungkan hidup dari hasil laut dan bekerja menjadi nelayan serta buruh kasar, tidak sedikt yang mengeluhkan penyakit seperti darah tinggi, nyeri pada persendian, diabetes, dan gangguan emosi. Tak jarang juga kami temui anak-anak yang mengalami epilepsi di pulau ini, yang mirisnya lagi minim mendapat perawatatan secara intensif di rumah sakit, selain dikarenakan jauhnya jarak karena harus menyeberangi laut, biaya yang tidak sedikit terasa membebani mereka, karena ketiadaan biaya.

(Aktivitas Masyarakat di Pulau Panjang)

Aflah putri dari Pak Ihsan menyampaikan sejak usia enam bulan, putrinya telah dibawa ke rumah sakit yang ada di kota Serang, Banten karena mengidap kelainan fisik, dimana tidak dapat berbicara dan berjalan. Pak Ihsan menyampaikann jika pengobatan yang ia lakukan hanya bisa dilakukan selama dua tahun saja karena tidak ada biaya yang dimiliki, penghasilan yang didapat dari pekerjaanya menjadi tenaga harian lepas baru mencukupi untuk menghidupi sehari-hari saja.

“Waktu itu selama dua tahun, dalam satu minggu harus dibawa terapi dua kali. Sementara jika di pulau, disamping fasilitas dan tenaga dokter yang tidak ada mengharuskan di rujuk ke rumah sakit,” Ucap Pak Ihsan.

(Pak Ihsan bersama putrinya yang sedang sakit)

Selain tim berbincang dengan masyarakat di Pulau Panjang, kami juga menyempatkan waktu untuk bersilahturahmi kapada Kapala Desa di Pulau ini, untuk menyampaikan maksud dan tujuan kami berkunjung. Ibu Ratu Bulkis, selaku Kepala Desa Pulau Panjang, begitu mengapresiasi kedatangan tim di Pulau Panjang dan juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada BWA atas kegiatan bakti sosial yang sebelumnya pernah dilakukan. Ia juga berharap agar kegiatan pelayanan kesehatan gratis dapat segera terlaksana bagi warganya.

“Jika memang ini sudah menjadi program dari BWA, karena banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan baksos ini diberikan kelancaraan oleh Allah SWT dan kami siap membatu apa yang dibutuhkan BWA,” tutur Ibu Ratu Bulkis.

(Ibu Ratu Bulkis, Kepala Desa Pulau Panjang)

Melihat besarnya antusias masyarakat di Pulau Tunda dan Panjang agar segera telaksananya kegiatan bakti sosial pelayanan kesehatan gratis ini, BWA melalui program Sedekah Kemanusiaan kembali mengajak kepada kaum muslimin bersama-sama mewujudkan apa yang diinginkan masyarakat disana dengan sedekah terbaik kita.

Semoga niat baik dan tindakan kita untuk mewujudkan niat baik ini dihitung sebagai pahala oleh Allah SWT, dan apa yang kita lakukan mendapat kemudahan agar masyarakat di kepualan terpencil mendapat pelayan kesehatan yang baik.

 

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 500.000.000



1.56%
Butuh Rp 492.180.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.