Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

Wujudkan Satu Lagi Hafidzah-Ustadzah Masa Depan

Wujudkan Satu Lagi Hafidzah-Ustadzah Masa Depan

Memang Qonita Diyaana Al Aziza (15 tahun) baru duduk di kelas 10 Madrasah Aliyah Mahad Al-Abqary, Serang, Banten. Artinya masih butuh waktu 2,5 tahun lagi untuk menamatkan sekolah lanjutan tingkat atasnya. Tapi ia justru sudah memikirkan apa yang akan dilakukan setamat MA, yakni meneruskan kuliah ke Universitas Al-Azhar Kairo.

“Lulus MA kuliah, jika belum ada biaya kerja dulu, nabung terus kuliah,” ungkapnya.

Tak aneh, bila di mahad ia sangat semangat murajaah bahasa Arab dan ilmu sharaf, karena kuliah di Al-Azhar mutlak harus bisa bahasa Arab. Lebih dari itu, Qonita semakin semangat belajar bahasa Arab karena, ”Tujuan jangka panjangnya adalah bahasa Arab itu bahasa surga serta ingin mempersiapkan diri untuk masa depan ketika khilafah tegak.”

(Qonita Diyaana)

(Qonita Diyaana, 15 tahun)

Ketika ditanya cita-citanya ingin jadi apa, dengan mantap Qonita menjawab.”Hafidzah, Ustadzah dan pengusaha biar bermanfaat untuk agama dan masyarakat,” ujarnya.

Orang tuanya  sangat mendukung apa yang dilakukan dan di cita-citakan Qonita. Sehingga meskipun ekonomi keluarga pas-pasan, mereka tetap memaksakan diri terus menyekolahkan Qonita di Mahad Al-Abqary ke tingkat MA.

Padahal sejak pandemi corona, usaha bazaar (pasar malam keliling) tutup. “Karena Covid-19, lapak bazaar kami ditutup dari bulan Maret 2020 sampai sekarang belum tahu kapan dibuka lagi,” ujar warga Grogol, Limo,Depok, Jawa Barat.

Hal itu dilakukan agar program pendidikan serta suasana belajar yang sudah cocok dengan Qonita sejak duduk di Madrasah Tsanawiyah Mahad Al-Abqary dapat terus berlanjut.

Ia sudah mengupayakan mencari dana untuk biaya sekolah anaknya itu. “Ke APBD Depok, tidak ada, alas an sudah ditutup. KIP juga menurut Pak RT tidak ada,” akunya. Sehingga biaya pendidikan Qonita sejak Maret 2020 menunggak.

Qonita memahami betul kondisi ekonomi keluarga. Maka ketika jadwal komunikasi via video call WA, ia menyemangati  ibunya. “Qonita berkomitmen akan berusaha melakukan apa yang menjadi harapan ibunya, ibu jangan putus asa, tetap semangat, ibu doain Qonita agar dapat beasiswa 15 juz. Qonita juga akan belajar lebih giat, terus berdo’a dalam tahajjud lebih keras lagi,” ujar gadis remaja yang sudah hafal 10 juz Al-Qur’an tersebut.

Untuk mengurangi beban keluarga Qonita, BWA mengajak kaum Muslimin berdonasi melalui program Indonesia Belajar (IB) sehingga tunggakan biaya pendidikannya Qonita dapat terlunasi bahkan biaya untuk  beberapa bulan dapat ditutupi.

Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama.

Aamiin.

 

Donasi yang Diperlukan:

Rp.58.500.000

Mitra Lapangan:

Edi Humaedi

 

#BWA #IndonesiaBelajar #IB

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis