Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Yanti Bingung Tutupi Biaya Berobat Suami dan Tunggakan Kontrakan

Yanti Bingung Tutupi Biaya Berobat Suami dan Tunggakan Kontrakan

Sudah enam bulan ini Yanti Herianti (44 tahun) sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat suami yang sakit tak kunjung sembuh. Sehari-hari ibu dari tiga anak ini sibuk merawat suaminya yang divonis dokter mengalami sakit prostat dan kista ginjal. Sehingga usaha mereka berjualan bakso pun gulung tikar.

Pasalnya, bila kista ginjalnya kambuh, suami sering demam, menggigil dan nyeri pinggang. Sedangkan dari sakit prostatnya, suami sering buang air kecil terutama pada malam hari. Serta sering merasakan nyeri atau panas pada kemaluan saat kencing. 

(Yanti dan Keluarga)

(Yanti dan Keluarga)

Warga Jalan Bambu Kuning, Kampung Sepatan, Sepanjang Jaya, Bekasi, ini sekarang bingung sekali untuk tetap bertahan hidup. Untuk menebus biaya berobat Rp 400 ribu saja belum bisa dan kontrakan sudah menunggak empat bulan. Mau pinjam uang lagi sudah tidak mungkin, karena utang-utang sebelumnya belum bisa dibayar.

Untungnya ketiga anak mereka tidak neko-neko dalam meminta apapun karena tahu kondisi ayah dan ibunya sedang kesulitan ekonomi.

“Harapan saya, suami saya bisa sehat kembali seperti semula dan saya juga bisa memulai usaha kembali agar dapat membantu suami untuk mencari nafkah dan juga membayar utang-utang berobat dan hidup sehari-hari,” ungkap Yanti.

Untuk membantu mewujudkan keinginannya, BWA mengajak kaum Muslimin menyalurkan zakat harta melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP) sehingga bisa menutupi tunggakan kontrakan, utang-utang dan biaya berobat suaminya serta modal usaha jualan baso lagi. Selain itu, tentu saja kewajiban zakat para muzaki (penunai zakat) tertunaikan.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan para muzaki dengan balasan kebaikan yang berlipat ganda. Aamiin.[]

 

Nilai Zakat Harta yang diperlukan:

 Rp.14.100.000

Mitra Lapangan:

Ridzky Maulana

 

#BWA #Zakat #ZakatPeertoPeer #ZPP

 

 

Yanti Bingung Tutupi Biaya Berobat Suami dan Tunggakan Kontrakan

Update #1: BWA Mengajarkan Kami untuk Tidak Hanya Menerima tapi Juga Memberi

“Lega sekali dan merasa diringankan bebannya setelah dibantu BWA,” ucap Yanti kepada tim ZPP BWA saat penyerahan donasi zakat. Sebelumnya Yanti kebingungan bagaimana ia bisa memenuhi kebutuhan keluarganya setelah suaminya jatuh sakit. Ia terpaksa harus bekerja serabutan agar tetap dapur rumahnya bisa menyala.

“Syukur alhamdulillah kepada Allah SWT atas izin-Nya kami dipertemukan dengan BWA. Kepada BWA dan para muzakki, kami mengucapkan jazakumullah khairan katsiraa telah membantu meringankan beban ekonomi keluarga kami” tutur Yanti.

(Penyerahan Donasi Zakat)

(Penyerahan Donasi Zakat)

Yanti dan keluarganya kini bisa tinggal di kontrakan yang layak melalui program ZPP ini. Selain itu dana zakat yang diperole digunakannya sebagai modal untuk usaha berdagang.

“Bapaknya anak-anak alhamdulillah bisa dibantu pengobatannya. Saya bersyukur melihat suami saya sedikit demi sedikit bisa sembuh,” lanjutnya.

Yanti berharap setelah dibantu BWA hidupnya bisa mandiri dan juga bisa membantu orang lain. “Setelah dibantu BWA kami ada kesan yangg mendalam, selain terangkatnya kehidupan kami juga ada sesuatu yang jadi pembelajaran bagi kami yaitu kepedulian. Kami belajar jadi lebih peka bilamana bertemu orang yg kehidupannya seperti kami, ada kebahagian tersendiri dapat membantu walau tidak seberapa. BWA mengajarkan kami tidak hanya menerima tapi juga memberi,” cerita Yanti kepada tim ZPP BWA.

“Sekali lagi terimakasih untuk para muzakki dan BWA yang telah membantu kami. Saat ini kami hanya bisa mengucapkan banyak-banyaj terimakasih dan doa semoga Allah membalas amal baik bapak ibu dengan pahala yang berlipat ganda,” tutup Yanti seraya mendoakan.

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.