Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Yuk Bantu Bangun Hunian, Untuk Saudara Kita Korban Banjir Bandang di Luwu Utara

Yuk Bantu Bangun Hunian, Untuk Saudara Kita Korban Banjir Bandang di Luwu Utara

Menjalani hari di tenda-tenda pengungsian yang penuh sesak tidaklah nyaman, atapnya terbuat dari terpal dan beralaskan tikar seadanya. Jika siang amat panas dan pada malam harinya terasa amat dingin, terlebih ketika peralihan musim saat ini. Tak sedikit juga, dalam satu tenda terpaksa diisi sampai empat kepala keluarga, dapat dibayangkan betapa tidak nyamannya tinggal disana.

Para penyintas terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian, sebab tak tahu lagi harus tinggal dimana. Rumah mereka yang selama ini ditempati kini rusak berat bahkan hancur dan hanyut terbawa banjir bandang yang menerjang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2020.

(Rumah Banjir)

(Rumah yang dulu ditempati kini hancur tertimbun material lumpur dan pasir)

Tercatat data jumlah pengungsi, sebanyak 3.627 kepala keluarga atau 14.483 jiwa yang mengungsi dan tersebar di beberapa titik lokasi pengungsian. Kecamatan yang cukup parah diterjang banjir bandang meliputi Kecamatan Masamba, dan Kecamatan Baebunta karena lokasinya di sepanjang aliran sungai Radda dan Masamba.

Berdasarkan data terbaru (per 21/7) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, hingga saat ini tercatat sebanyak 38 korban meninggal dunia, 9 orang lainnya dinyatakan hilang, dan korban luka sebanyak 106 orang.

(Rumah rusak masamba)

(Perumahan warga yang terdampak banjir di Masamba)

Warga yang menjadi korban tak pernah menyangka jika bencana yang menimpa merekaseparah ini. “Saya tidak menyangka jika banjir yang terjadi separah ini, harta benda saya tidak ada yang bisa kami selamatkan, Alhamdulillah saya sekeluarga selamat,” ujar Ilyas (39 tahun) warga desa Kappuna, Kecamatan Masamba.

Sebagian besar penyintas yang terdampak bencana memilih untuk mengungsi di rumah saudara yang tidak terdampak bencana, dan tidak sedikit juga yang mengungsi di tenda-tenda pengungsian, seperti yang dilakukan warga Desa Melli, Kecamatan Baebunta yang lebih memilih mengungsi di perbukitan perkebunan kelapa sawit.

“Ketika air itu datang, kami langsung lari kesini (keatas bukit), hanya pakaian yang ada di badan saja yang bisa kami bawa,” ujar Ani (50 tahun), pengungsi dari Melli.

Lebih dari 400 KK warga Desa Melli yang mengungsi di lokasi tersebut enggan kembali ke rumah. Selain karena rumah yang sudah tidak dapat lagi ditempati, kebanyakan dari mereka masih trauma dengan bencana yang menimpa.

Mendapati kondisi yang terjadi BWA tergerak dan mengajak kepada kaum Muslimin untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang saat ini sedang diuji untuk membangun hunian sementara (huntara), kami menargetkan untuk membangun 500 unit huntara melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK).

Semoga niat dan amal baik yang kita lakukan bernilai pahala disisi Allah SWT, karena masih peduli dan mau berbagi dengan sesama Muslim, Aamiin.[]

 

Sedekah Yang diperlukan:

Rp.15.000.000.000 (Lima belas milyar rupiah)

Pengadaan 500 unit huntara

Partner Lapangan:

Akhiruddin

 

#BWA #WakafQuran #Wakaf #Sedekah #SedekahKemanusiaan #SK #BanjirMasamba

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.