Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Yuk Bantu Rasya Melawan Epilepsi, Laringomalasia dan Ispa

Betapa senang dan bahagianya suami istri Dendi Lazuardi (25 tahun) dan Yuni Aryani (24 tahun) ketika dianugerahi buah cinta yang lahir pada Desember 2017. Putra pertama yang lahir sehat dan normal tersebut diberi nama Rasya Khaizuran Lazuardi.

Di usia sepekan Rasya tumbuh dengan sehat layaknya bayi seusianya. Hingga usia enam bulan pun Rasya masih tumbuh dengan sehat, bawel, dan lincah. Namun ketika menginjak usia tujuh bulan, Rasya mulai mengalami kejang-kejang (epilepsi)  dan suhu badannya mencapai 41 derajat celcius.

(Kondisi Terakhir Rasya)

(Kondisi Terakhir Rasya)

Kedua orang tua Rasya membawanya ke puskesmas terdekat. Setelah mendapat tindakan medis oleh dokter di Puskesmas tersebut, Rasya pun kembali dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu.

Rasya sempat koma selama satu bulan ketika menjalani perawatan di RSUD Pasar Minggu. Dokter mendiagnosa jika Rasya menderita infeksi saluran pernafasan akut (ispa), kejang-kejang (epilepsi), kelumpuhan otak besar (cerebral palsy spastik) dan gangguan pada pita suara (laringomalasia). Hal ini membuat kedua orang tua Rasya kaget dan khawatir dengan kondisi yang diderita anaknya tersebut.

Tidak terbayangkan anak yang sebelumnya lincah dan bawel, saat ini harus terbaring lemas di rumah sakit. Sudah sangat banyak biaya yang harus dikeluarkan ayah dan ibu Rasya, terlebih Rasya harus diberikan asupan nutrisi dari susu formula yang setiap bulannya bisa menghabiskan hingga 4-5 kaleng susu.

Hingga sekarang Rasya hanya bisa menerima asupan nutrisi dari susu formula setiap tiga jam sekali melalui selang NGT yang dipasang di hidungnya, hal ini dikarenakan balita mungil ini tidak lagi bisa mencerna makanan yang padat.

Tentu saja itu membuat pasangan muda Dedi dan Yuni pusing tujuh keliling. Pasalnya, selama ini Dendi bekerja sebagai Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) atau yang lebih dikenal dengan tim oranye.

Sebagian upah yang ia peroleh digunakan untuk membayar sewa kontrakan dan sebagian memenuhi kebutuhan anak beserta istrinya. Dendi sangat kewalahan untuk memencukupi kebutuhan susu anaknya. Dalam satu bulan saja Rasya membutuhkan empat sampai 5 kaleng susu formula takaran 400 gram yang tentunya harga setiap kaleng itu cukup mahal baginya.

Sedangkan Yuni praktis tidak dapat membantu mencari uang karena harus mendampingi Rasya di rumah sakit.

Untuk mengurangi beban keluarga Rasya, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK) sehingga biaya berobat Rasya terpenuhi dan semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.48.000.000 (Biaya Hidup dan Biaya Berobat yang Tidak Tercover oleh BPJS)

Mitra Lapangan:

Yudi

 

Yuk Bantu Rasya Melawan Epilepsi, Laringomalasia dan Ispa

Update #1: Kondisi Rasya Belum Juga Membaik

Kondisinya belum banyak mengalami perubahan, Rasya masih saja kejang-kejang, bahkan semakin parah. Dalam sehari Rasya bisa kejang 8-10 kali, dan beberapa hari ini Rasya sering batuk disertai dahak. Jika Rasya meminum susu dari selang NGT pastinya akan ikut  keluar ketika batuk, Hal ini membuat kedua orang tuanya khawatir dan cemas terhadap kondisi buah hatinya.

(Kondisi Terakhir Rasya)

Rasya harus menjalani perawatan dan pengobatan di dua rumah sakit yang berbeda, untuk perawatan batuk orang tua Rasya memngobati anaknya di RSUD Pasar Minggu, sedangkan untuk pengobatan Epilepsi, Laringomalasia dan Ispa di lakukan di RSCM Jakarta.

“Terimakasih banyak atas bantun do’a dan donasi melalui pengalangan dana  BWA untuk anak saya Rasya Khaizuran Lazuardi, semoga Allah SWT yang membalas semua kebaikan  para donator dengan rezeki yang berkali berkali lipat,” tutup Yuni Aryani, ibu dari Rasya.

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 48.000.000



98.8%
Butuh Rp 574.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.