Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

ZPP Ibu Maesaroh

Ibu Maesaroh Ingin Ketiga Anaknya menjadi Anak-Anak yang Sholeh, Meskipun Tanpa Suami

Pasca menggugat cerai suaminya pada Maret 2018 karena mendapati sang suami memiliki kekasih baru, membuat Ibu Maesaroh (34 tahun) berjuang seorang diri demi menghidupi ketiga buah hatinya. Ketiga anak-anaknya memilih diasuh oleh sang Ibu atas dasar keinginan mereka sendiri.

(Ibu Maesaroh dan Anak-anaknya)

(Ibu Maesaroh dan Anak-anaknya)

Putra tertuanya Muhammad Bilal (15 tahun) kini memuntut ilmu di Pondok Pesantren AZ-ZIKRA yang berlokasi di Mampang, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Anak keduanya Fathiyyah (8 tahun) masih duduk di bangku sekolah dasar di Depok, Jawa Barat, dan putra bungsunya Muhammad Yusuf (5 tahun) belum sekolah.

Di ponpes tempat putra pertamnya menimba ilmu, Ibu Maesaroh juga sering diminta wali-wali murid untuk mengisi pengajian, setiap sekali dalam sebulan.

“Saya ingin anak-anak saya menjadi anak yang sholeh, dan berahlak baik,” ujar Ibu Maesaroh.

Demi mencukupi kebutuhan hidup dan sekolah anak-anaknya ibu Maesaroh mencoba mencari rezeki dengan membuka usaha kecil-kecilan. Ia berjualan martabak mini, yang setiap satu martabaknya ia hargai tiga ribu rupuah. Tentu dari harga seperti itu tidaklah besar keuntungan yang ia dapat, namun Ibu Maesaroh senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.

Kebutuhan hidup yang kian tinggi, terlebih ia juga memiliki kewajiab membayar uang kontrakan, selepas berpisah dari mantan suami. Membuatnya terus memutar otak agar usahanya dapat terus berjalan sehingga ia bisa memenuhi kebutuhan hidup dan juga anak-anaknya.

Sesekali ia juga pernah mendapat pesanan dalam jumlah yang cukup banyak, “Alhamdulillah terkadang ada saja yang memesan cukup bayak martabak saya, untuk hidangan acara keluarga,” ujarnya. Terbesit didalam hati kecilnya ingin memperluas usahanya, namun apa daya ketiadaan modal membuatnya mengurungkan niatnya itu.

Untuk mengurangi beban keluarga Ibu Maesaroh,  BWA mengajak kaum Muslimin menunaikan zakat hartanya melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP). Semoga Allah SWT membalas kebaikan para muzaki (penunai zakat) dengan balasan kebaikan yang berlipat ganda. Aamiin.

 

Nilai zakat harta yang dibutuhkan:

Rp.22.200.000

Parner Lapangan:

Wahyu

 

#WakafQuran #Wakaf #BWA #ZPP #ZakatPeertoPeer

ZPP Ibu Maesaroh

Update #1: Kini Maesaroh Merintis Usaha Laundry

Maylaundry menerima jasa cuci kering cuci seterika dan perawatan lainnya untuk pakaian anda.

Papan berwarna merah itu kini terlihat di depan rumah ibu Maesaroh. Kini hari-harinya sibuk melayani pelanggan yang ingin melaundry-kan pakaian di rumahnya. Nampak raut kebahagiaan terlihat di wajahnya kini, kontras dengan beberapa bulan lalu tatkala tim ZPP BWA melakukan survei di rumahnya.

(Penyerahan Dana Zakat)

(Penyerahan Dana Zakat)

24 agustus lalu, tim ZPP BWA menyalurkan donasi zakat dari para muzakki kepada Maesaroh, yang kemudian ia gunakan sebagai modal usaha laundry dan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

(Usaha Laundry Maesaroh)

(Usaha Laundry Maesaroh)

“Jazakumulloh Khoir kepada  para muzakki dan BWA yang telah membantu perekonomian keluarga saya. Bantuan ini saya gunakan untuk usaha laundry, dimana usaha ini sangat memberikan manfaat kepada saya dan ketiga anak saya untuk memenuhi kebutuhan sehari,” cerita Maesaroh.

Tidak adanya sosok ayah dalam keluarga, membuat Maesaroh mau tidak mau harus berperan dobel dalam keluarganya, baik sebagai tulang punggung keluarga serta menjadi sosok ibu bagi ketiga anaknya.

“Selain menjadi ibu untuk ketiga anak saya, saya juga menjadi “Abi” buat mereka. Saya berjuang agar mereka tidak kelaparan dan memenuhi apa yang mereka butuhkan. Sekali lagi saya ucapkan jazakumulloh Khoir kepada BWA serta karyawannya dan para muzakki yang telah membantu saya,” tutup Maesaroh.

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.