Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

ZPP Rasyid

Perjuangan Rasyid Anak Yatim Piatu yang Ingin Terus Sekolah

Sungguh berat cobaan hidup yang harus dijalani oleh Muchamad Rasyid Hidayatullah (14 tahun). Ia menjadi yatim piatu ketika sang Ibu wafat karena tumor ganas, saat ia baru menginjak usia enam bulan. Sang ayah juga wafat akibat penyakit jantung ketia ia berusia tujuh tahun.

Rasyid sama sekali tidak mengenali sosok sang ibu karena ia masih sangat bayi ketika itu, dan Rasyid menganggap kakak tertuanya (Alfiah/28 tahun) sebagai ibu baginya.

(Muchammad Rasyid Hidayatullah)

(Muchammad Rasyid Hidayatullah)

Rasyid memiliki tiga orang kakak. Alfiah menggantikan peran kedua orang tua yang telah tiada untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sekolah adik-adiknya terutama untuk Rasyid yang kini duduk di bangku sekolah kelas 10 di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan didaerah Jakarta Timur.

Rasyid merupakan anak yang terbilang aktif dan cerdas, ketika masih menginjak sekolah di bangku MTS, beberapa kali ia mendapatkan peringkat tiga besar dikelasnya. Semenjak duduk di bangku SMK sang kakak cukup kewalahan untuk memenuhi kebutuhan sekolah Rasyid, sebab penghasilan yang ia dapat bisa dikatakan hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari saja.

Setiap hari Alfiah harus memberi uang saku kepada Rasyid untuk naik pulang-pergi naik angkutan umum ke sekolah. Tidak adanya keringanan biaya dari pihak sekolah tempat Rasyid menuntut ilmu, membuat sang kakak harus memutar otak agar kebutuhan sekolah adiknya dapat terpenuhi, sebab ia tidak ingin Pendidikan untuk adiknya terputus.

Pihak sekolah sudah mengetatuhi jika Rasyid merupakan anak yatim piatu dan tergolong kurang mampu. Namun, pihak sekolah tidak memberi perlakuan khusus baginya, Ia tetap berkewajiban membayar iuran disetiap bulannya serta kebutuhan sekolah yang lainnya.

Kisah hidup yang sedih karena ketiadaan kasih sayang kedua orang tua tidak menyurutkan semangat Rasyid untuk terus sekolah, bahkan kejenjang yang lebih tinggi. Melalui program Zakat Peer to Peer, Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) mengajak kaum muslimin untuk mewujudkan cita-cita Rasyid. Semoga niat baik kita digantikan pahala oleh Allah SWT, Aamiin.

 

Nilai Zakat Harta yang Dibutuhkan:

Rp.13.515.000

Mitra Lapangan:

Wahyu

 

#BWA #WakafQuran #Wakaf #Zakat #ZPP

ZPP Rasyid

Update #1: Alhamdulillah, Kebutuhan Sekolah dan Kebutuhan Pokok Rasyid Terpenuhi dimasa Pandemi Corona saat ini

Rasyid (14 tahun) sekolah di Salah satu SMK swasta yang ada di Jakarta Timur. Selama ini Ia telah terdaftar untuk mendapatkan keringanan biaya pendidikan dari program KJP. Namun, KJP tersebut belum bisa digunakan untuk membayar iuran SPP sejak awal Rasyid masuk sekolah sampai saat ini. Alifah (29 tahun/Kakak) sudah berkali-kali menanyakan ke pihak sekolah tapi tidak ada kejelasan, sehingga Rasyid harus bayar SPP scara manual tapa bantuan dari pihak sekolah dan tidak ada keringanan sedikitpun, meskipun Rasyid seorang anak yatim piatu.

(Rasyid, Siswa SMK)

(Dana Zakat diterima Langsung oleh Rasyid)

Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dana Zakat Per to Peer (ZPP) Badan Wakaf Al Qur'an (BWA), Rasyid dapat kembali sekolah tanpa lagi harus khawatir dengan biaya SPP sekolah, transportasi, dan lain-lain. Semua bentuk biaya ujian, baik itu praktek dan semester sudah tepenuhi selama satu semester ini. Rasyid merasa sangat beruntung atas bantuan yang diberikan muzaki BWA. "Terima kasih BWA. Rasyid sangat senang", ujarnya.

Selama masa pandemi corona ini, Rasyid masih semangat belajar walaupun harus  Home Learning, Rasyid tetap semangat mengikuti segala macam intruksi yang guru-guru berikan melalui video call, aplikasi dari smartphone dan yang lainnya. Rasanya sama saja seperti sekolah pada umumnya, hanya saja selalu dirumah. Ada sedikit rasa bosan karena pemberlakuan PSBB dan selalu dirumah, sehingga membuat Rasyid sedikit jenuh. Ditambah lagi Home Learning semakin di perpanjang hingga akhir mei.

Rasyid selalu semangat untuk bersekolah, ia berkeinginan agar sukses dikemudian hari dan bisa membahagiakan keluarga, terutama untuk kakak-kakanya. Rasyid mengambil jurusan Multimedia, dia ingin sekali bisa menjadi editor video dan foto yang profesional. Setiap harinya Rasyid selalu berhubungan dengan aplikasi pengeditan video dan foto di komputer, Jadi ia sudah terbiasa jika diberikan tugas mengedit dari sekokah, Baik  itu secara individual/perkelompok.

Sebagai Kakak tertua, AlIfah sangat bersyukur dan senang adiknya dibantu oleh BWA. Rasa syukur dan sedih, tercampur aduk didalam sanubarinya. Selama ini ia selalu merasa jika beban hidup yang dijalani terasa berat, karena harus menyekolahkan adik-adiknya dan juga mengurus kebutuhan mereka setiap hari,

Peran kedua orang tua yang digantikan olehnya tidaklah mudah. Banyak sekali rintangan dan tantangan yang cukup berat. Namun, tidak ada sedikit pun rasa menyerah dan ia selalu berusaha menjadi kakak yang baik. Ia selalu berusaha menjadi orang yang tegar dan mandiri. "Saya terus membimbing adik-adik agar slalu kuat dalam menghadapi cobaan apapun dan harus mandiri". ujar Alifah.  Ia selalu berdoa dan meminta agar Allah SWT memberikan ketabahan dan kekuatan atas semua ujian dan takdir yang diberikan.

Banyak sekali manfaat yang telah diberikan oleh BWA melalui program ZPP, terlebih didapat pandemi corong saat ini. Selain untuk keperluan Rasyid sekolah, kebutuhan pokok Rasyid dan keluarga cukup terpenuhi, ditambah lagi Indah (22 tahun) kakak ketiganya harus dirumahkan tanpa diberikan gaji dari tempat kerjanya. Alhamdulillah bantuan dana Zakat dari muzaki BWA sangat berarti dan keluarga Rasyid dapat membeli kebutuhan pokok berupa beberapa karung beras untuk keperluan makan sehari-hari dan juga stok makanan lainnya.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.